Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Relawan Bencana Klaten Dapat Bantuan

Djoko Sardjono
15/12/2019 14:53
Relawan Bencana Klaten Dapat Bantuan
Bupati Klaten Sri Mulyani(MI/Djoko Sardjono)

Relawan bencana menerima bantuan fasilitas penanggulangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Sabtu (15/12) petang.

Fasilitas tersebut yakni gergaji mesin (chainsaw), HT (handy talky), serta sepatu boots dan jas.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengapresiasi para relawan bencana yang dengan sigap melakukan evakuasi pohon tumbang dan penanganan darurat rumah korban angin kencang yang terjadi baru-baru ini di Klaten.

''Klaten merupakan daerah rawan bencana banjir, gerakan tanah dan longsor, angin kencang, dan erupsi Gunung Merapi. Karena itu, untuk
antisipasi fasilitas relawan bencana akan dilengkapi lagi pada tahun anggaran 2020,'' paparnya, dalam acara silaturahmi bersama komunitas relawan bencana dihadiri Kapolres AKB Wiyono Eko Prasetyo, Dandim 0723/Klaten Letkol (Kav) Minarso, dan Kepala BPBD Klaten Sip Anwar.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan bencana bekerja sama dengan 74 komunitas relawan yang ada di Klaten .

Dalam laporannya Kepala BPBD Klaten Sip Anwar menjelaskan, fasilitas relawan bencana yang diserahkan bupati kepada komunitas relawan, yaitu gergaji mesin sebanyak 50 buah, HT 55 unit, serta jas hujan dan sepatu boots.

Jumlah relawan di Klaten ada sekitar 1.400 orang. Mereka bergabung di komunitas relawan bencana dan relawan sungai. Adapun tujuan diadakan silaturahmi dengan bupati untuk membangkitkan semangat pengabdian relawan .

Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol (Kav) Minarso dalam sambutannya mengatakan, penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi semua komponen masyarakat.

''Penanggulangan bencana harus dilakukan secara sinergitas. Kami pun siap membantu dan pasukan sudah siap di tiap wilayah jika terjadi bencana alam,'' tegasnya.

Sedangkan, Kapolres AKB Wiyono Eko Prasetyo menyampaikan, untuk pengurangan risiko bencana yang perlu dilakukan memangkas dahan pohon tinggi yang ada di sekitarnya.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan saat terjadi angin kencang disertai hujan lebat untuk tidak berteduh di bawah pohon atau pun
bangunan semi permanen yang rawan roboh. (OL-11)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya