Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK tiga hari terakhir ini banjir merendam empat kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Banjir yang terjadi sejak Selasa (12/11/2019) hingga saat ini menyebabkan aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas terganggu.
Empat lokasi yang terendam banjir itu adalah Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, Paya Bakong dan Kecamatan Tanah Luas. Hal itu terjadi setelah hujan deras terus menerus mengguyur kawasan itu. Hal itu mengakibatkan arus Sungai Krueng Pirak dan Krueng Keureutoe meluap dan membanjiri permukiman warga.
Titik banjir yang paling parah di Kecamatan Matangkuli, meliputi Desa Lawang, Tanjung Tengku Ali, Tajung Haji Muda, Siren, Leubok, Aloe Tho, Meuria, dan DesaHagu. Lalu Desa Tumpok Barat, Alue Euntok,Tanjung Teuku Kari, Serba Jaman dan Desa Blang. Di Desa Teungku Ali misalnya, warga harus mengungsi ke Gedung Centre. Sedangkan warga Desa Lawang berkumpul ke Gedung Pengungsi dan ka atas tanggul saluran irigasi.
"Banyak hewan piaraan seperti ayam dan kambing hanyut terbawa arus karena tidak sempat diselamatkan pemiliknya," kata M Husen, Kepala Desa Tanjung Haji Muda, kepada Media Indonesia, Kamis (14/11/2019).
Dikatakan M Husen, pada Rabu siang genangan banjir mulai surut seiring turunnya debit ait di Sungai Krueng Keureutoe dan Sungai Krueng Pirak. Walaupun genangan air masih setinggi sekitar 50 Cm, warga mulai pulang guna membersihkan rumah dari sendimen lumpur.
"Kami berterimakasih kepada As Adi, anggota DPRK Aceh Utara yang telah membantu bahan pokok berupa beras, mi instan, telor dan air meneral kepada warga Tanjung Haji Muda" tambah M Husen.
Adapun di Kecamatan Pirak Timu, banjir kiriman dari pengunungan perbatasan Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah hingga terjadi luapan Krueng Pirak, telah merendam badan jalan yang mengubungkan Pusat Ibukota Kecamatan di Alue Bungkoh-Lhok Sukon Ibukota Kabupaten Aceh Utara.
Warga harus naik rakit yang terbuat dari bambu untuk menyeberangi genangan banjir. Kondisi paling parah di hulu jembatan Putih kawasan Alue Bungkoh. Ketinggian banjir mencapai satu meter di atas badan jalan.
baca juga: Bom Medan, Polisi Amankan Istri Terduga Pelaku
Genangan banjir paling parah di Kecamatan Pirak Timu, meliputi Desa Leupe, Krueng Kreh, Pange dan Desa Meunje Tujoh. Karena badan jalan di kawasan peukiman setempat terendam, warga harus bertahan di rumah.
"Aktivitas warga di lokasi itu sempat lumpuh. Ini banjir paling parah sejak setahun terakhir" kata Muhammad Ali, Kepala SMP Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timur. (OL-3)
Perubahan jalur jelajah akibat bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor juga diduga kuat mengubah pola pergerakan serta habitat alami gajah.
Diduga akibat tersengat kawat yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi. Saat ditemukan, belalai gajah masih dalam kondisi terlilit kawat listrik.
Tahun 2024 Study Abroad Aide menempatkan USK tersebut di tangga 22 persen kampus terbaik dunia kategori universitas tujuan mahasiswa internasional.
BRIN menjelaskan lubang besar di Aceh Tengah bukan fenomena sinkhole, melainkan longsoran geologi akibat batuan tufa rapuh, hujan lebat, dan faktor gempa bumi.
Seorang petani di Bener Meriah, Aceh, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat mencoba mengusir satwa tersebut dari kebunnya.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved