Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Kreatif Nasional (Bekraf) terus mendorong pertumbuhan perfilman termasuk para sineas muda di daerah untuk terus berkarya. Caranya, Bekraf menggandeng pemerintah daerah atau komunitas anak muda daerah yang tertarik dengan dunia perfilman.
Hal itu disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Wijanarto, usai acara gala premier atau pertunjukan perdana film Sekolah apa Penjara di aula SMA Negeri 1 Brebes, Sabtu (9/11).
"Film Sekolah apa Penjara ini dalam rangka memenuhi tugas dari Bekraf. Topik utama yang dipilih masalah peraturan sekolah yang membuat banyak siswa merasa kesulitan mengekspresikan kreatifitas mereka," ujar Wijanarto.
Wijanarto menyebut pertunjukan perdana Sekolah apa Penjara merupakan cara mengapresiasi komunitas perfilman di Kabupaten Brebes yang sudah dilatih menulis naskah kerja sama dengan Bekraf.
"Kita mengupayakan agar naskah bisa menjadi film dengan bantuan teman-teman sineas dan beberapa komunitas perfilman termasuk ada Mas Wisnu, sutradara film Turah, untuk menggarap naskahnya," terangnya.
Baca juga: Kepala Bekraf Ajak Diaspora Indonesia Ikut Sukseskan Dubai Expo
Dia menuturkan acara pemutaran perdana film Sekolah apa Penjara itu juga merupakan hasil karyab yang barangkali menarik untuk diapresiasi dan tindak lanjuti terutama oleh para pemangku kepentingan dan kebijakan dalam masalah kebudayaan.
"Karena selama ini banyak yang bertanya-tanya bagaimana geliat dinamika kesenian di Brebes. Nah, ini persoalannya setelah mereka ada lalu untuk apa dan ke mana. Ini respon penting bagi para pemangku kepentingan untuk memfasilitasi dan menggelorakan teman-teman yang bergerak di dunia sinema," papar Wijanarto.
Bagi Wiijan--sapaan Wijanarto--minimal ke depan ada ide untuk menampung mereka misalnya dengan menggelar Festival Film Pelajar Pantura atau mencoba pembuatan film melalui dunia digital seperti vlog atau film dokumenter yang berbasis kearifan dan keunikan lokal Kabupaten Brebes.
"Ini senyampang dengan undang undang kemajuan kebudayaan dan juga kita akan melihat bagamana implementasi ke depan berdasarkan Undang Undang Perfilman Tahun 2019 tentang ektsitensi komite film daerah dan bagaimana respon pemerintah pusat dan daerah dalam menggolarakan dunia perfilaman," tukasnya.
Sutradara film Sekolah apa Penjara Adi Friyanto menjelaskan film tersebut diporoduksi oleh Persatuan Sineas Pelajar Brebes (PSPB) yang merupakan perkumpulan siswa-siwi pegiat perfilman di Kabupaten Brebes.
"Tujuan utama produksi film ini merupakan pemenuhan tugas dari Bekraf termasuk pendanaannya. Namun demikian dalam proses pembuatan film panitia produksi tetap membutuhkan kerjasama dan dukungan pihak lain termasuk Dinas Pariwisata," pungkasnya.(OL-5)
Tradisi halal bihalal diinisiasi oleh Presiden pertama RI, Soekarno. Saat itu muncul gagasan silaturahmi yang kemudian berkembang menjadi halal bihalal dan terus dilestarikan hingga kini.
Dalam tinjauannya, Menteri PU Dody Hanggodo menyambangi embung di Desa Padakaton guna melihat langsung titik pemicu luapan air.
Arus balik Lebaran membuat pusat oleh-oleh telur asin di Jalur Pantura Brebes diserbu pemudik. Penjualan meningkat hingga tiga kali lipat dengan 15 ribu butir telur asin terjual setiap hari.
Meningkatnya volume arus mudik dan masih banyak pemudik kehabisa saldo E Tol menjadi penyebab antrean yang mengular.
Antrean kendaraan yang kembali terjadi di Gerbang Tol (GT) Pejagan, Brebes ini, membuat volume kendaraan padat.
Pemudik diangkut menggunakan bus, sedangkan kendaraan sepeda motor mereka diangkut menggunakan truk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved