Senin 09 September 2019, 11:47 WIB

Kepala Bekraf Ajak Diaspora Indonesia Ikut Sukseskan Dubai Expo

Akhmad Mustain | Internasional
Kepala Bekraf Ajak Diaspora Indonesia Ikut Sukseskan Dubai Expo

MI/Akhmad Mustain
Kepala Bekraf Triawan Munaf (kanan)

 

KEPALA Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengajak seluruh diaspora indonesia yang ada di Uni Emirat Arab ikut menyukseskan keikutsertaan Indonesia dalam Dubai World Expo 2020.

"Saya mohon dukungan dari seluruh diaspora yang ada di UEA untuk keikutsertaan Indonesia di Dubai World Expo 2020. Karena even ini merupakan kepentingan kita bersama, seluruh bangsa. Bagaimana Indonesia akan dikenal oleh dunia," ujar Triawan saat berdialog dengan WNI yang ada di Dubai, UEA, Minggu (8/9) malam waktu setempat.

Gelaran Dubai Expo 2020 akan berlangsung selama enam bulan mulai 20 Oktober 2020 hingga 21 April 2021.

Perhelatan itu akan diikuti 190 negara dan diprediksi bakal menarik 25 juta pengunjung dari seluruh dunia.

Dalam mengikuti DWE 2020 ini, Indonesia akan membangun sebuah paviliun yang akan menjadi pusat promosi Indonesia.

Pembangunan Paviliun Indonesia akan dimulai Senin (9/9) dengan peletakan batu pertama oleh Triawan.

Baca juga: Triawan: Paviliun RI di Dubai Expo 2020 jangan Seperti Bazar

Pembangunan yang akan dilakukan badan usaha milik negara (BUMN) dalam hal ini PT Wijaya Karya akan menelan biaya sekitar Rp400 miliar.

Paviliun Indonesia akan dibangun di atas lahan seluas 1.896 meter persegi di Dubai Trade Center Jabal Ali, Dubai.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Dody Edward menyampaikan sinergi dan kerja sama di antara seluruh pemangku kepentingan amat dibutuhkan untuk menjadikan kepesertaan Indonesia di Dubai World Expo 2020 sukses.

"Ini butuh sinergi seluruh K/L, kementerian, BUMN, pelaku usaha, dan pelaksana kegiatan (event organizer). Presiden berpesan, jangan seluruhnya dipikirkan oleh pemerintah. Keikutsertaan kita pada Dubai Expo mencerminkan kita seutuhnya, semua pihak terlibat," tuturnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More