Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 707 orang nelayan yang tersebar di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, diasuransikan. Ratusan nelayan di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, mendapat jaminan keselamatan yang dibiaya asuransi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Benteng, Yuhannah di Bengkulu, mengatakan, sebanyak 707 orang nelayan di Kabupaten Bengkulu Tengah, diasuransikan dan pemberian jaminan asuransi nelayan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan anggaran ditanggung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Hampir semua nelayan di Kabupaten Bengkulu Tengah, mendapat jaminan asuransi keselamatan," kata Yuhannah, Kamis (7/11/2019).
Jumlah nelayan yang diasuransikan dengan rincian sebanyak 123 orang nelayan diakomodir pada 2016, 505 orang pada 2017 dan 48 orang pada 2019. Saat ini, dinas perikanan setempat, masih mendata nelayan yang belum terakomodir untuk penambahan kuota. Jaminan asuransi nelayan pada 2019 bekerjasama dengan PT Jasindo dengan ketentuan, setiap orang dikenakan membayar premi sebesar Rp175 ribu per tahun. Premi asuransi yang ditanggung oleh kementerian kelautan dan perikanan merupakan bentuk kepedulian terhadap nelayan.
baca juga: ASN Harus Netral Jelang Pilkada Serentak 2020
Asuransi tersebut, menjamin nelayan yang meninggal dunia saat mencari ikan akan mendapat uang asuransi sebesar Rp200 juta. Bagi yang mengalami cacat tetap, asuransi yang diberikan sebesar Rp160 juta. Sebanyak 707 orang nelayan di kabupaten tersebut tersebar di Kecamatan Pondok Kelapa, langsung menghadap Samudera Hindia. (OL-3)
Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dikhawatirkan berdampak pada sejumlah sektor.
PENGEMBANGAN sektor energi di wilayah pesisir Jawa Timur harus memiliki roadmap (peta jalan) yang terencana baik dengan mengakomodasi kepentingan dan kebermanfaatannya bagi nelayan.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved