Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah membangun sirkuit grasstrack di Desa Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo ditolak masyarakat setempat.
Warga meminta Bupati M Al Khadziq tidak arogan dengan memaksakan kehendak untuk membangun sirkuit meski itu lahan milik pemkab.
Lahan seluas 6 hektare milik pemkab tersebut saat ini masih dikelola warga untuk menanam jambu biji dan sayuran. Namun para penggarap tidak mau lahan produktif tersebut dijadikan tempat balap sepeda motor.
Pendamping Pengelola Lahan Desa Karanggedong, Nur Sholiqin mengungkapkan, saat ini sudah ada alat berat yang akan digunakan untuk meratakan tanah pertanian yang digarap masyarakat. ''Informasi dari Kapolsek Ngadirejo bahwa lahan akan diratakan untuk sirkuit,'' ujar Sholiqin.
Padahal, menurutnya, pengelola lahan baru saja memperbaiki dari lahan tandus menjadi subur, sekarang setelah subur mau dimanfaatkan untuk kepentingan lain, jadi itu ditolak
Lahan itu pernah dikelola oleh Perusda Aneka Usaha, kemudian sekitar 10 bulan lalu diserahkan ke bupati. Sedangkan bupati tidak konfirmasi pada masyarakat pengelola, tiba-tiba lahan itu diserahkan pada tim grasstrack dan rencananya mau dibuat sirkuit untuk wilayah Kabupaten Temanggung.
"Ini perlu diingatkan arogansi bupati, zamannya seperti ini kok arogan, masyarakat itu juga punya perasaan dan harga diri," katanya. (OL-11)
Tantangan pembangunan dinilai semakin kompleks sehingga penyusunan kebijakan tidak dapat lagi mengandalkan pendekatan percobaan atau trial and error.
Tantangan seperti pemerataan pembangunan dan stabilitas sosial memerlukan kerja bersama yang tidak terbatas pada satu wadah organisasi saja.
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved