Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN pakar Indonesia atau Indonesianis dari berbagai negara, menghadiri The World Indonesianist Congress 2019 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta. Kongres ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman M Fachir, Senin (14/10) malam dan ditandai dengan pemukulan gong.
Wakil Menlu Abdurrahman M Fachir mengatakan forum ini menawarkan kesempatan bagi Indonesianis untuk berbagi ide dan pemikiran tentang Indonesia.
"Hari ini, kita semua berkumpul lagi untuk menyelenggarakan The World Indonesianist Congress 2019 dengan tema Membangun Masa Depan yang Lebih Baik dari Indonesia: Menuju Masyarakat Toleran, Penuh semangat dan Kreatif," kata Wakil Menlu.
Menurut Fachir, membangun masa depan yang lebih baik dimulai dengan modal manusia. Ini jelasnya adalah fakta yang disoroti oleh Presiden Joko Widodo ketika membagikan visinya untuk Indonesia pada Juli lalu. Ia mengemukakan, dalam pidatonya, Presiden Jokowi, berjanji untuk memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Dikatakan, sebagai orang Indonesianis, para peserta kongres ini memiliki peran penting untuk berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Dikatakan, Indonesianis berarti intelektual, akademisi, peneliti asing dengan minat khusus pada Indonesia. Wamenlu menjelaskan, Indonesianis juga memiliki makna yang lebih luas untuk dimasukkan setiap orang asing dengan kasih sayang khusus terhadap Indonesia.
"Dalam konteks itu, izinkan saya menyoroti tiga area. Kontribusi Anda akan sangat penting untuk masa depan Indonesia. Pertama, kontribusi Anda untuk memperkuat identitas Indonesia sebagai negara multikultural. Untuk membangun masa depan yang lebih baik, maka semua orang Indonesia harus menghormati keberagaman, harus toleran dan menerima
perbedaan dan harus menghormati masing-masing agama, etnis, ras, dan agama serta identitas lainnya."
baca juga: Kekeringan Ekstrim Landa Lima Kabupaten di Kalsel
Ia menyebutkan, ada banyak Indonesianis yang telah melakukan penelitian atau menerbitkan artikel dan buku tentang Indonesia. Di satu sisi, orang Indonesia juga bisa membantu membangun narasi baru untuk mendukung Indonesia baru. Kedua adalah kontribusi para Indonesianis ini akan bermanfaat untuk memperkuat sumber daya manusia Indonesia, dan menjadi penting bagi masa depan Indonesia. Ketiga, kontribusi Indonesianis terhadap ekonomi transformasi Indonesia.
"Tidak akan ada kemajuan tanpa inovasi," tegasnya. (OL-3)
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Otoritas Palestina meradang lantaran Israel kian memperketat kendali atas Tepi Barat.
Arah pembangunan ke depan harus seiring dengan penataan ulang kawasan hutan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air.
Komitmen ini menjadi penting sehingga memiliki persepsi publik yang kuat dan rekam jejak positif di kalangan masyarakat luas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved