Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PERISTIWA kebakaran kembali terjadi di lereng Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali. Ketua Relawan Pasebaya, Agung Gede Pawana menjelaskan kebakaran di hutan lindung Gunung Agung sudah terjadi sejak Jumat (4/10) malam.
Dengan mempertimbangkan keselamatan dan kondisi cuaca, tim padam kebakaran baru diturunkan hari ini Sabtu (5/10).
"Tim full sudah berangkat ke lokasi untuk melokalisir api yang terbakar sejak tadi malam. Tim berasal dari Dinas Kehutanan, BPBD Karangasem, para relawan seputaran Desa Ban, Kecamatan Kubu, mereka sudah di lokasi. Informasi terakhir, api saat ini sudah ditangani sehingga kebakaran bisa dilokalisir dengan baik dan tidak meluas," ujar Agung Gede, Sabtu (5/10).
Sekalipun api sudah bisa dilokalisir dan tidak meluas, petugas saat ini masih berada di lokasi untuk memantau beberapa titik api yang bisa menimbulkan kebakaran hebat. Petugas kehutanan terutama masih berada di lokasi. Cuaca di lokasi sangat panas, hempasan angin sangat keras sehingga bila terjadi kebakaran akan kesulitan ditangani. Lahan yang terbakar itu berada di wilayah hutan lindung Kecamatan Kubu, Karangasem. Penyebab kebakaran semalam diduga karena cuaca yang panas disertai dengan tiupan angin kencang. Percikan api diduga terjadi karena gesekan dahan cemara atau pinus yang sangat mudah terbakar karena hawa yang panas.
Menurutnya, api muncul pertama kali di hutan lindung yang berada di wilayah Dusun Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Lokasi ini hanya berjarak 8 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung dan masih dalam zona berbahaya. Titik api muncul berada pada Zone Merah Kawasan Rawan Bencana Erupsi Gunung Agung (KRB 3). Hasil pantauan BMKG juga memperlihatkan api muncul karena cuaca panas kemudian hempasan angin panas yang kencang sehingga keluarlah titik api. Kebakaran menimpa tegakan cemara, seming, nangi, semak belukar, bambu.
baca juga: Akhirnya Lahan Konsensi Milik PT TCP Disegel
Bahkan, beberapa fasilitas suci juga ikut dilalap api. Yaitu Pura Madia Dukuh Bujangga, meru tumpang 11 (1 buah), meru tumpang 7 (1 buah), meru tumpang 3 (1 buah) bale pesamuhan (1 buah), padmasana (1 buah), gedong (4 buah), dan prasasti (1 buah). Luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektar lebih. Namun sebelum meluas, petugas sudah membangun sekat agar tanaman lain luput dari amukan api. (OL-3)
Pemerintah Spanyol menambah 500 pemadam kebakaran, menjadi total 1.900 orang untuk mengatasi kebakaran hutan. Korban jiwa bertambah menjadi empat orang.
Uni Eropa mengirimkan dua pesawat pemadam kebakaran ke Spanyol untuk membantu memadamkan kebakaran hutan.
Badan Keamanan dan Situasi Darurat Wilayah Otonomi Madrid menyatakan 180 orang dievakuasi akibat kebakaran hutan tersebut.
Gelombang panas mencapai 44°C melanda Eropa Selatan, memicu kebakaran hutan dan memaksa ribuan orang tinggalkan rumah.
Lebih dari seribu orang dievakuasi di Spanyol akibat kebakaran hutan yang terus meluas.
Kawasan bukit Corbières di Prancis selatan terbakar. Sekitar 8.000 lahan dilalap api, menutup akses jalan tol, dan melukai dua orang.
Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang 1 milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah(Jateng) membuka pelatihan Pemandu Wisata Gunung seiring dengan banyaknya kecelakaan di gunung
Sejak erupsi yang terjadi pada Desember 2023, hasil kebun seperti jambu mete, kakao, kemiri, kopi bahkan kelapa enggan berbuah karena sering diguyur material vulkanis.
Pendaki pemula tidak perlu terburu-buru menentukan pencapaian diri karena capaian seperti mendaki sampai ke puncak gunung memerlukan tenaga dan usaha yang lebih banyak.
Apakah kamu lebih suka liburan ke gunung atau pantai? Ternyata, pilihan destinasi liburan favoritmu bisa mencerminkan kepribadianmu yang sebenarnya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan mengenai radius bahaya Gunung Lewotolok yakni sejauh dua kilometer.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved