Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MARAKNYA kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pemerintah daerah setempat terus meningkatkan upaya pengawasan dan pencegahan.
Selain melakukan patroli kolaborasi dengan TNI/Polri, petugas kehutanan juga turun ke desa-desa dan melakukan pemasangan papan himbauan di sejumlah hutan lindung yang tersebar di Flores Timur, untuk mecegah aksi pembakaran di daerah ini.
Kepala UPT Kesatuan Pengelola Hutan wilayah Kabupaten Flores Timur, Vinsensius Florianus Keladu mengatakan upaya serius dari petugas terus dilakukan mulai dengan menggelar patroli bersama, terlibat langsung dalam pemadaman, dan sosialisais ke masyarakat serta pemasangan papan imbauan tidak membakar hutan.
"Memang cukup banyak kebakaran hutan di daerah ini, namun tidak semua lokasi dapat kami jangkau karena akses lokasi sangat jauh. Sarana dan prasarana kami sangat terbatas dan seadanya. Hanya beberapa daerah yang bisa kami jangkau, seperti di dearah padang Lamanabi, Duli, di Desa Adabang, daerah Watowiti di Desa Tiwatobi, Desa Klantanlo, dan beberapa wilayah lainnya. Daerah ini masih bisa dijangkau. Tapi ada beberapa daerah lainnya yang masih sulit dijangkau. Kami berharap bisa mendapatkan kenaikan anggaran untuk membantu pengadaan sarana prasaran pemadaman lebih layak lagi," terang Vinsensius, Senin (16/9).
Kebakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian Bupati Flores Timur, Antonis Gege Hadjon. Bupati telah mengeluarkan surat imbauan melalui BPBD, untuk diteruskan ke kecamatan hingga kelurahan dan desa-desa. Surat imbauan tersebut meminta setiap camat dan seluruh kepala desa memperhatikan kondisi dan keamanan wilayah masing-masing dari potensi kebakaran hutan dan lahan.
baca juga: Bayi di Sumsel Meninggal Diduga Terpapar Kabut Asap
Dalam surat imbauan itu, bupati meminta setiap kepala wilayah untuk cepat merespons apabila ada ditemukan titik api. Kepala wilayah bisa melaporkan ke BPBD atau petugas jika melihat oknum yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. (OL-3)
Karhutla terjadi akibat adanya oknum masyarakat yang sembarang melempar puntung rokok ke lahan kering yang mudah terbakar ataupun yang membuka lahan dengan cara membakar.
Keunggulan dari penggunaan sensor VIIRS dan MODIS adalah kemampuannya dalam memantau wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved