Senin 16 September 2019, 07:25 WIB

Bayi di Sumsel Meninggal Diduga Terpapar Kabut Asap

Dwi Apriani | Nusantara
Bayi di Sumsel Meninggal Diduga Terpapar Kabut Asap

MI/Dwi Apriani
Bayi Elsa Pitaloka saat mendapat perawatan di RS Ar-Rasyid Palembang. Ia meninggal dunia diduga terpapar kabut asap.

 

BAYI bernama Elsa Pitaloka berusia empat bulan meninggal dunia diduga terpapar kabut asap. Bayi Elsa meninggal dunia di RS Ar-Rasyid Palembang, Minggu (15/9) setelah mengalami sesak napas sejak Sabtu (14/9). Semula kedua orang tuanya yang merupakan warga RT8 Dusun II, Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kepala, Kabupaten Banyuasin membawa Elsa ke bidan desa. Namun bidan desa menganjurkan membawa Elsa ke rumah sakit.

Perangkat Desa BPD Desa Talang Buluh, Agus Darwanto mendampingi orang tua Elsa, Ngadirun, 34 dan Ita Septiana,27  ke RSUD Pratama Sukajadi Banyuasin. Petugas medis RSUD Pratama Sukajadi tak sanggup merawat Elsa karena tidak memiliki peralatan pembantu pernapasan sehingga dirujuk ke RS Ar-Rasyid Palembang.

"Sekitar 11.30 hari Minggu Elsa dibawa ke Ar-Rasyid, dilarikan ke IGD, dikasih bantuan sementara. Di IGD dicek dokter katanya kemungkinan kena ISPA," ujar Agus, Minggu (15/9).

Usai diperiksa, dokter kembali merujuk Elsa ke RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang karena RS Ar-Rasyid tidak memiliki alat pompa pernapasan. Namun setelah mengontak RSMH, kata dia, kamar rawat inap sedang penuh sehingga Elsa disuruh untuk menunggu.

"Selagi menunggu itu Elsa dirawat dulu di IGD Ar-Rasyid sambil dikasih perawatan alat oksigen. Saat malam, keluarga dapat kabar kalau Elsa sudah bisa dirujuk ke RSMH, akhirnya keluarga persiapan, urus administrasi. Namun sedang bersiap, kondisi Elsa menurun. Kata dokter gagal pernapasan sampai meninggal sebelum dirujuk ke RSMH," ungkapnya.

Ia menuturkan, pihak keluarga tidak mengetahui penyebab pasti meninggalnya Elsa karena belum ada alat yang memeriksa Elsa. Namun sesak napas yang dialami bayi 4 bulan tersebut tidak kunjung membaik hingga Elsa mengembuskan napas terakhir.

"Dokter bilang kemungkinan ISPA, bisa bakteri, tapi tidak tahu pasti karena belum ada pemeriksaan medis pakai alat. Elsa lahir dalam keadaan normal dan sehat. Tidak ada kelainan apa-apa sampai sesak napas itu benar-benar tiba-tiba," tambah Agus.

Desa Talang Buluh tempat tinggal Elsa memang dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan semenjak memasuki musim kemarau tersebut. Ada sekitar 800 kepala keluarga yang tinggal di desa tersebut dan seluruhnya terpapar kabut asap.

"Kita enggak tahu akibat asap atau bukan, hanya memang terasa asapnya. Musim kemarau memang selalu seperti ini, sekarang juga masih terasa. Belum ada laporan dari warga apakah ada warga lain yang sakit pernapasan," terangnya.

Elsa rencananya akan dikebumikan di pemakaman umum terdekat pada Senin (16/9) pagi. Sementara itu, Kepala Dinkes Banyuasin, Hakim mengatakan, mendengar adanya korban diduga ISPA pihaknya pun langsung mengecek ke RS Ar Rasyid Palembang.

"Dari hasil kunjungan tim kesehatan Banyuasin, memang benar ada pasien bayi umur 4 bulan berobat ke UGD dengan diagnosa pneumonia, dan meninggal. Pasien sudah dibawa pulang ke rumah," kata dia.

Hakim mengatakan sebelumnya kondisi darurat kabut asap yang tebal, pihaknya telah menyosialisasikan bahaya kabut asap. Dinas Kesehatan mengklaim sudah melakukan pembagian masker secara gratis kepada masyarkat baik di puskesmas maupun secara langsung kepada warga.

baca juga: Penyengat Ditetapkan Sebagai Pulau Perdamaian Dunia

"Keadaan asap tebal ini jangan keluar rumah kalau tidak penting, dan sebaiknya memakai masker. Dinas Kesehatan dan perangkat siap 24 jam untuk melayani masyarakat," tandasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More