Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KECAMATAN Samboja berada di lokasi strategis lantaran lokasinya yang berdekatan dengan Selat Makassar. Selain memiliki dua pelabuhan berskala internasional, Somboja juga masih memiliki banyak lahan yang bisa dijadikan untuk pengembangan pangkalan militer.
Hall itu ditegaskan Pelaksana tugas (Plt) Camat Samboja, Nurkhalis saat ditemui di kantornya, di Samboja, Kabupaten Kutai aertanegara, Kalimantan Timur, Jumat (30/8).
Selain aspek letak geografis itu, menurut Nurkhalis, kemajemukan yang ada di Samboja identik dengan masyarakat kota besar pada umumnya. Ia menuturkan, hingga kini belum ada gesekan antarmasyarakat yang berdasar etnis.
Meski Samboja berada di lingkup Kabupaten Kutai Kartanegara yang didominasi oleh suku lokal, Samboja yang berada di pesisir telah dihuni oleh suku lain dari luar Kalimantan.
"Samboja ini adalah daerah pesisir, kemudian dekat dengan perkotaan tentu pendatang juga banyak yang berdiam dan tinggal di sini, ada suku banjar yang bahasanya jadi bahasa pengantar, ada suku jawa, makassar, madura, butun dan beberapa suku lainnya. Sehingga kalau bicara keragaman, itu sudah terbentuk artinya sikap menghormati, harmonis, tenggang rasa dan saling menghargai budaya itu sudah ada di sini," jelasnya.
Baca juga : Tata Ruang Ibu kota Baru Wajib Minimalisasi Risiko Bencana
Terlebih, mayoritas masyarakat Samboja mendukung soal pemindahan pusat pemerintahan yang menyentuh wilayah Samboja. Tidak ada resistensi dari masyarakat atas keputusan Presiden Joko Widodo yang diumumkan awal pekan ini tersebut.
Untuk itu menyeimbangkan keadaan tersebut dengan masyarakat Samboja, Nurkhalis mengatakan pihaknya akan mengupayakan sosialisasi program yang beriringan dengan pembangunan Ibu Kota baru yang akan dilakukan.
"Masih ada waktu untuk menyiapkan mereka. Kita mengharapkan ada anggaran khusus untuk meningkatkan SDM di sini," imbuh Nurkhalis.

"Misal, sebagian besar mereka nelayan, tentu diberikan kemampuan pemahaman dalam mengemudi kapal, kemudian sertifikasi harus dipenuhi dalam rangka memiliki izin nelayan. Karena kalau tidak memiliki izin tentu ada kesulitan dalam melaut mencari ikan," sambungnya.
Kapasitas pemuda Samboja, kata Nurkhalis juga perlu ditingkatkan guna menyongsong dampak terusan dari pemindahan ibu kota.
"Tentu ada pelatihan khusus sehingga nanti tidak kaget kalau ada pendatang yang mengadu nasib di ibu kota baru," ujarnya.
Senada, Djunaedi, 51, warga Samboja asal Balikpapan mengharapkan adanya pemanfaatan dan pemberdayaan penduduk lokal dari pemindahan Ibu Kota Negara.
Sebab peluang usaha dan kesempatan kerja penduduk lokal saat ini menurutnya masih kurang optimal. Melalui pembangunan pusat pemerintahan itu, Djunaedi berharap bisa ikut meningkatkan akses mencari kerja
"Karena pasti ada perubahan pendapatan, usaha lebih banyak variasinya, sekarang kan usahanya terbatas peluang anak muda juga terbatas di sini. Penduduk lokal jadi prioritas dulu untuk dipekerjakan sesuai dengan kemampuan, harapan kita selama ini begitu aja," jelasnya.
Pun demikian dengan Alfian, 60, ia yang warga asli kelahiran Samboja itu seolah tak sabar menanti tanah kelahirannya menjadi bagian dari pusat pemerintahan NKRI.
Padahal, lama sebelum Samboja ditetapkan sebagai bagian ibu kota baru, warga setempat kerap menuntut agar wilayahnya dimekarkan menjadi Kabupaten.
Baca juga : Pindah ke Kaltim, Fasilitas ASN Dijamin
"Kalau saya ya senang, karena untuk membangun, di sini masih banyak lahan kosong, cuma penduduknya yang kurang. Kalau ini jadi Ibu kota, ya jelas semua senang. Kemarin kan warga inginnya dijadikan kabupaten sebenarnya, malah dijadikan ibu kota, ya senang semua jadinya, berarti maju kita nanti," pungkasnya.
Takdir Tuhan
Tuhan berkata lain, demikian pula yang diungkapkan Nurkhalis, masyarakat pesisir Samboja, kata dia memiliki keinginan untuk berdiri sendiri menjadi daerah otonomi.
"Ini takdir tuhan yang lain untuk menjawab doa masyarakat. Percepatan pembangunan tidak lagi mengharapkan dana bantuan Pemprov dan Pemkab, tapi langsung di bawah pemerintah pusat. Jadi percepatan pembangunan, penataan lingkungan ke depannya mudah-mudahan Samboja jadi lebih baik," imbuhnya.

"Dengan catatan tidak melupakan jati diri daerah, kearifan lokal, budaya lokal, termasuk untuk meningkatan SDM dan mental menjadi warga ibukota yang baik dan menjadi cermin bagi warga lainnya yang akan datang ke Samboja," tandasnya.
Besaran luas wilayah Kecamatan Samboja diketahui ialah 70.416.56 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 65.874 jiwa. Terdiri dari 34.790 laki-laki dan 31.084 perempuan.
Nurkhalis menyatakan, tingkat pendidikan warganya didominasi oleh tamatan SMA. "Secara kasat mata sebagian besar penduduk kita lebih bannyak lulus SMA daripada lulus SMP. S2 S3 juga sudah agak banyak," terangnya. (OL-7)
Hujan petir berpotensi terjadi di Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan. Selain itu, perlu diwaspadai udara kabur di Kalimantan Barat dan Papua Pegunungan
Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun, dan Robina, betina berusia 25 tahun telah melalui proses rehabilitasi panjang sebelum akhirnya dinyatakan siap kembali ke alam liar.
Fokus utama program ini adalah memutus rantai keterbatasan akses dengan menyediakan beasiswa prestasi dan pembiayaan studi profesi bagi para guru.
"Kami bukan menghadirkan cerita dari point of view (pov) korban makhluk mistis itu, melainkan kami angkat folklore sebagai akar dari Kuyang dengan emosi yang universal,"
MG resmikan dealer di Pontianak. Ini dealer kedua MG di Pulau Kalimantan sebagai perluasan layanan penjualan dan purnajual di Indonesia.
Kombinasi dinamika atmosfer ini menyebabkan potensi Hujan Sedang hingga Lebat. Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved