Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH dana desa yang dikucurkan oleh Pemprov Jawa Tengah terus meningkat. Pada tahun ini kucuran dana desa mencapai Rp7,8 triliun atau naik 17,80% dibanding 2018 sebesar Rp6,7 triliun. Di tahun ini juga titik konsentrasi penggunaan dana desa adalah pemberdayaan desa. Salah satu penerima dana desa adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
BUMDes di desa tersebut telah memanfaatkaan dana desa untuk menghidupkan perekonomian warga desa yang berjumlah 10.232 jiwa. Salah satu usaha yang cukup laris dari Desa Gubug adalah usaha kain batik dan bordiran.
"Kami sampai kewalahan melayani pesanan batik, karena jumlah produksi ibu-ibu pembatik tidak sebesar pesanan ysng terus datang," kata Fathonah,45, seorang pembatik, Senin (26/8).
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Gubug Hadi Santoso mengatakan dana desa yang diperoleh setiap tahunnya ini telah berhasil memandirikan kaum wanita. Sebab dengan ketrampilan yang ada dan disokong dari dana desa pada awalnya kini mereka berpenghasilan cukup untuk membantu ekonomi keluarga. Selama ini mereka mengandalkan penghasilan suami.
Dengan dana desa yang diperoleh, lanjut Hadi, selain untuk pembinaan dan pelatihan ketrampilan, juga dibelikan berbagai peralatan seperti alat batik, mesin jahit dan lainnya. Untuk menunjang usaha para warga desa, dibangun balai serba guna untuk berbagai kegiatan yang cukup presentatif. Balai serba guna ini juga dijadikan tempat usaha jual beli alat kantor, foto kopi dan usaha konveksi yang ditangani ibu-ibu PKK.
"Dibentuk BUMDes untuk menggerakkan roda bisnis ini dan hasilnya kini para wanita mandiri secara ekonomi," lanjut Hadi.
Bupati Grobogan, Sri Sumarni menyambut positif usaha para wanita desa dengan mengembangkan perekonomian desa. Sri menyebutkan dana desa Grobogan mencapai Rp289 miliar yang dikucurkan mulai 2019 ini. Dana desa ini ditujukan untuk pemberdayaan perekonomian warga. Kini hasilnya mulai terlihat dengan semakin menggeliatnya perekonomian desa.
"Jika tahun-tahun lalu banyak digunakan pembangunan infrastruktur desa dengan program padat karya tunai (PKT) seperti pembangunan jalan, jembatan, talud dan lainnya. Kini lebih pada pemberdayaan ekonomi rakyat," ujar Sri Sumarni.
baca juga: Lahan Perkebunan Mulai Krisis Air
Berbagai kegiatan ekonomi rakyat, lanjutnya, tumbuh dengan baik sesuai potensi yang ada di masing-masing desa. Untuk menjalankan roda usaha maka didirikan BUMDes yang menggarap potensi tersebut seperti usaha pertanian, bisnis, desa wisata, ketrampilan dan lainnya. (OL-3)
KPK mengungkapkan, dugaan pemerasan ini berkaitan dengan rencana pengisian 600 lebih formasi perangkat desa yang tersebar di 21 kecamatan.
Ketua Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengingatkan pentingnya menjaga otonomi desa yang merupakan buah dari reformasi.
Program pembangunan pedesaan di Jawa Tengah pada 2026 dipastikan terganggu lantaran dana desa yang bakal diterima anjlok dari Rp1 miliar per desa menjadi Rp300 juta-Rp400 juta.
Sistem pengawasan yang berjalan saat ini sudah maksimal dan sudah dilakukan secara berlapis melalui jejaring Kemendagri dan perangkat daerah.
Ia menjelaskan, dana yang mengalir ke desa berasal dari dua sumber, yakni dana desa dari APBN dan alokasi dana desa dari APBD yang porsinya mencapai 10% dari DAU dan DBH.
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penegasan batas desa
KETUA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5%–6% bukanlah capaian yang patut dibanggakan.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved