Senin 26 Agustus 2019, 09:49 WIB

Lahan Perkebunan Mulai Krisis Air

Ferdinandus Rabu | Nusantara
 Lahan Perkebunan Mulai Krisis Air

MI/Ferdinandus Rabu
Salah satu model irigasi air dangkal yang diterapkan di Kabupaten Flores Timur.

 

DINAS Pertanian Kabupaten Flores Timur berupaya mengatasi dampak kekeringan terhadap lahan-lahan perkebunan yang mengalami krisis air irigasi.

"Saat ini memang kami fokus memperluas pengembangan jaringan irigasi untuk mengatasi dampak kekringan. Ada banyak cara pengembangan irigasi yang sudah kami lakukan, termasuk irigasi melalui sumur tanah dangkal dan sumur tanah dalam. Kami sudah melakukan indentifikasi tentang kondisi air tanah saat ini. Dan sudah banyak lokasi yang kami bangun dengan irigasi air tanah dangkal ini sehingga saat ini warga masih bisa menanami lahan mereka walaupun kemarau terus berkepanjangan," terang Kepala Dinas Pertanian Flores Timur, Anton Wukak Sogen, Senin (26/8).

Lebih lanjut, Anton menambahkan saat ini warga sudah mulai melakukan pengembangan lahan dengan pemanfaatan lahan kering melalui jaringan irigasi yang sudah dibangun.

"Banyak warga dan petani yang sudah memanfaatkan irigasi sumur tanah dangkal tersebut, seperti di beberapa desa yang saja kunjungi. Mereka sudah dapat menanami sayur-sayuran dan tanaman holtikultura lainnya yang memanfaatkan irigasi air tanah dangkal maupun irigasi air tanah dalam," jelasnya.

baca juga: Pelayaran Butuh Modernisasi y Layanan

Selain berdampak pada irigasi lahan pertanian, dampak kekeringan juga berimbas pada krisis air bersih. Data BPBD setempat mencatat, hanya tiga kecamatan dari 19 kecamatan, yang masih tercukupi kebutuhan air bersihnya, sementara 16 kecamatan lainnya, mengalami krisis air bersih akibat kekeringan. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More