Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan(karhutla) yang awalnya dari 25 Mei hingga 28 Agustus, diperpanjang hingga 30 Oktober 2019. Perpanjangan ini dilakukan karena jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan terus meningkat.
Selain itu berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Palangka Raya, indeks standar pencemaran udara di Kota Palangka Raya berada di indeks 495 dan masuk kategori berbahaya. Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri usai melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait di Palangka Raya, Senin (12/8).
Perpanjangan status ini berdasarkan rapat koordinasi dengan semua dan visibility minimum harian sejak 7 Agustus 2019 berada di bawah 2 Km dan hampir semua berwarna merah.
"Dan perkiraan musim kemarau untuk Kalteng sampai dengan Oktober 2019 berdasarkan berdasarkan data-data," jelas Fahrizal Fitri.
Dalam rapat yang juga dihadiri Danrem 102 Panju Panjung Kolonel Arm. Syaiful Rizal, Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Padam Kebakaran (BPBPD) Kalteng, Mofid Saptono Subagio dan sejumlah kepala dinas terkait itu juga meminta pemerintah kabupaten dan lota untuk memperpanjang status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan. Sekaligus memperhatikan perkiraan musim kemarau dari BMKG.
"Saya minta kesadaran semua masyarakat Kalteng untuk tidak melakukan pembakaran dan lakukan kegiatan salat istiqoroh hujan atau salat meminta hujan," tambahnya.
Sementara itu dari pantauan di Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Palangak Raya- Kabupaten Pulang Pisau, Senin (12/8), kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi disisi kiri dan kanan badan jalan. Para petugas terus melakukan pemadaman namun karena terkendala air maka pemadaman agak sedikiit terganggu. Sementara helikopter Waterbombing terus menerus melakukan pengambilan air dari sungai Kahayan yang lokasinya tepat di samping jembatan Kahayan Palangka Raya. (OL-3)
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved