Rabu 07 Agustus 2019, 19:05 WIB

Ratusan Hewan Kurban di Cimahi tidak Memenuhi Syarat

Depi Gunawan | Nusantara
Ratusan Hewan Kurban di Cimahi tidak Memenuhi Syarat

MI/Depi Gunawan
Hewan kurban.

 

DINAS Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Jawa Barat, menemukan ratusan hewan kurban yang tidak memenuhi syarat. Para pedagang telah diimbau agar tidak menjual hewan itu kepada masyarakat.

Kepala Seksi (Kasi) Peternakan Dispangtan Kota Cimahi, Retno Wulan, menerangkan, sejak Kamis (1/8) lalu pihaknya melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi dan sudah memeriksa kesehatan sebanyak 1.718 ekor sapi dan domba.

"Sampai kemarin, Selasa (6/8), kita sudah keliling ke tiap pedagang untuk memeriksa kesehatan hewan kurban," katanya, Rabu (7/8).

Dia menyebutkan, dari total 1.718 ekor hewan kurban ini terdiri atas 553 ekor sapi dan 1.165 ekor domba. Dari jumlah tersebut ditemukan 35 ekor sapi kurang umur, 2 ekor sapi sakit tympani, dan satu ekor sapi lumpuh.

Sementara untuk domba, ada 442 ekor kurang umur, 12 ekor sakit pink eye, satu ekor enteritis, 8 ekor terkena orf, 3 ekor buta, dan 3 ekor pincang.

"Hewan-hewan tersebut tidak boleh dijual ke masyarakat dan kami juga tidak memberikannya kalung sehat," ujarnya.

Terhadap hewan yang mengalami belekan, pihaknya meminta kepada penjual agar memberikan penanganan ringan. Menurut Retno, setelah dua hari penanganan, biasanya hewan tersebut akan sembuh.


Baca juga: Stok VAR Menipis Akibat Tingginya Pasien Rabies


"Kalau sakit mata itu biasanya karena terkena debu saat perjalanan atau ekspedisi dari peternakan ke lokasi penjualan. Jika sudah diobati, dalam waktu dua hari juga sudah normal lagi," ungkap Retno.

Retno menjelaskan, hewan sapi yang layak dikurbankan berkelamin jantan dan cukup umur yakni diatas 2 tahun, sementara domba dan kambing di atas 1 tahun. Kategori cukup umur ini bisa dilihat dari kondisi gigi hewan.

"Untuk sapi berumur di atas dua tahun ditandai sudah tumbuhnya lebih dari sepasang gigi tetap. Kalau domba dan kambing berumur di atas satu tahun bisa diindikasikan dengan jumlah gigi susu hewan yang sudah tanggal," bebernya.

Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan sementara, hewan kurban yang dijual di Cimahi mayoritas berasal dari luar daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Cililin, dan Garut.

Warga yang akan membeli hewan kurban diimbau lebih teliti saat memilih. Untuk memudahkan pembeli, pihaknya sudah memasang stiker khusus yang menandakan hewan tersebut sehat dan layak untuk dikurbankan.

"Kita menemukan sejumlah hewan kurban yang dipasok dari luar daerah, sehingga dalam distribusinya perlu pengawasan. Setiap hewan kurban tersebut wajib dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal," jelasnya. (OL-1)

 

Baca Juga

 MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Imunisasi Polio Tahap II di Pidie Dimulai 30 Januari

👤Amiruddin A.R 🕔Kamis 02 Februari 2023, 09:05 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, semakin gencar melakukan imunisasi polio terhadap anak-anak di seluruh kawasan...
dok.Ist

PAPDESI Gelar Musyawarah Daerah di Kabupaten Karawang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 08:30 WIB
PERKUMPULAN Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) menggelar kegiatan Musyawarah Daerah bersama ratusan kepala daerah di...
MI/HO

Tanggani Inflasi, Pemkab Mubar Bakal Gelar Pasar Murah

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 07:55 WIB
PEMKAB Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara terus melakukan terobosan dalam penanganan inflasi daerah di awal 2023. Salah satunya ialah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya