Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BELASAN titik wilayah rawan bencana di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah belum terpasang peralatan pendeteksi bencana. Dari 21 titik dengan kerawanan bencana tertinggi baru terpasang 4 unit. Pemantauan Media Indonesia Selasa (9/7) empat peralatan pendeteksi bencana baru saja selesai dipasang di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Tiga di antaranya adalah alat pendeteksi longsor dan satu pengukur curah hujan karena di titik itu merupakan daerah rawan longsor dan banjir.
Namun empat peralatan pendeteksi bencana bantuan dari Pemrov Jateng yang telah terpasang tersebut, belum mencukupi kebutuhan karena masih ada belasan titik lagi yang tergolong rawan terhadap bencana di Jepara, belum terpasang alat deteksi bencana.
"Masih banyak kekurangan peralatan deteksi bencana itu. Dari 21 unit yang kita ajukan ke Pemrov Jateng, baru diberi empat unit," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdianto.
baca juga: Pemkab Purwakarta Sediakan Rp350 Juta Untuk Bencana Kekeringan
Titik terawan bencana di Jepara tersebar di beberapa desa yakni Desa Tempur membutuhkan alat deteksi bencana untuk 9 titik dan baru terpasang 4 unit. Kemudian Desa Damarwulan 5 titik, Desa Kunir 5 titik dan Desa Bungu 3 titik. Guna memenuhi kekurangan alat deteksi bencana itu, lanjut Arwin, selain masih mengajukan permintaan tambahan ke BPBD Jawa Tengah, diupayakan ada kemandirian dari desa dengan menggunakan APBDes membeli peralatan tersebut.
"Kami berharap desa-desa rawan bencana juga bisa memikirkan hal itu," imbuhnya. (OL-3)
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meninjau dan mengevaluasi penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak longsor Bandung Barat.
Peristiwa longsor Bandung Barat tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di sekitar lokasi longsor Bandung Barat, kejadian itu diawali suara gemuruh keras.
HINGGA Sabtu, (24/1) siang, sebanyak 82 orang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa longsor di Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved