Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

BPBD Jateng Baru Pasang 4 Alat Deteksi Bencana di Jepara

Akhmad Safuan
09/7/2019 14:47
BPBD Jateng Baru Pasang 4 Alat Deteksi Bencana di Jepara
Ilustrasi(MI/Liliek Dharmawan )

BELASAN titik wilayah rawan bencana di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah belum terpasang peralatan pendeteksi bencana. Dari 21 titik dengan kerawanan bencana tertinggi  baru terpasang 4 unit. Pemantauan Media Indonesia Selasa (9/7) empat peralatan pendeteksi bencana baru saja selesai dipasang di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Tiga di antaranya adalah alat pendeteksi longsor dan satu pengukur curah hujan karena di titik itu merupakan daerah rawan longsor dan banjir.

Namun empat peralatan pendeteksi bencana bantuan dari Pemrov Jateng yang telah terpasang tersebut, belum mencukupi kebutuhan karena masih ada belasan titik lagi yang tergolong rawan terhadap bencana di Jepara, belum terpasang alat deteksi bencana.

"Masih banyak kekurangan peralatan deteksi bencana itu. Dari 21 unit yang kita ajukan ke Pemrov Jateng, baru diberi empat unit," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdianto.

baca juga: Pemkab Purwakarta Sediakan Rp350 Juta Untuk Bencana Kekeringan

Titik terawan bencana di Jepara tersebar di beberapa desa yakni Desa Tempur membutuhkan alat deteksi bencana untuk 9 titik dan baru terpasang 4 unit. Kemudian Desa Damarwulan 5 titik, Desa Kunir 5 titik dan Desa Bungu 3 titik. Guna memenuhi kekurangan alat deteksi bencana itu, lanjut Arwin, selain masih mengajukan permintaan tambahan ke BPBD Jawa Tengah, diupayakan ada kemandirian dari desa dengan menggunakan APBDes membeli peralatan tersebut.

"Kami berharap desa-desa rawan bencana juga bisa memikirkan hal itu," imbuhnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya