Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi hujan batu es yang merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang dalam dua pekan terakhir melanda sejumlah wilayah di Aceh.
"Cuaca saat ini berpotensi kuat terjadi hujan es, seperti beberapa bulan lalu di Aceh," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Jumat (28/6).
Ia mengatakan, turunnya hujan es disertai angin kencang di provinsi yang terletak di ujung Utara Sumatra ini merupakan salah satu fenomena hidrometeorologi biasa, dan kemungkinan akan terjadi setelah memenuhi beberapa syarat.
Syarat utama, jelas dia, yakni hadirnya awan konvektif atau awan hujan tumbuh di dalam awan Cumulonimbus (Cb) berada di lapisan atmosfer, lalu memiliki dasar awan yang sangat rendah, dan terakhir bila massa udara di bawah permukaan awan memiliki suhu yang sangat dingin.
Hujan es yang turun dari awan Cb menuju ke bumi tersebut lazimnya berbentuk kristal-kristal berukuran kecil atau mirip batu es kecil, akibat uap air yang terkumpul ketika berada di awan Cb pada lapisan atmosfer.
"Tentu jika tiga syarat itu sudah terpenuhi, besar kemungkinan hujan turun berbentuk seperti butiran es, setelah uap air tersebut berada di awan Comulonimbus. Saat hujan es sangat rawan terjadi," katanya.
Bencana hidrometeorologi ini, kata dia, merupakan peristiwa alam akibat terjadi perubahan faktor cuaca, seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, angin kencang, puting beliung, dan lain sebagainya.
"Kita imbau masyarakat di Aceh agar tidak mengaitkan, jika terjadi hujan es dengan hal-hal yang bersifat mistis. Yang jelas potensi saat ini ada, terutama di sore hari," kata Zakaria.
Baca juga: Hujan Es Landa Lombok Tengah
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan, peristiwa hujan batu es disertai angin kencang mengakibatkan enam rumah rumah telah menerjang satu gampong (desa), yakni Lhok Keutapang di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh pada Selasa (5/3) sekitar pukul 15.00 WIB.
"Di antaranya dua rusak berat, dua rusak ringan, dan dua lagi rusak ringan," kata Kepala Pelaksana BPBA Teuku Ahmad Dadek.
Ia menambahkan, keenam unit rumah yang rusak tersebut merupakan milik masyarakat di Dusun Geunie, Gampong Lhok Keutapang.
Sebanyak enam keluarga dengan total 15 jiwa menempati rumah tersebut menjadi korban terdampak akibat kedua peristiwa fenomena alam yang cukup jarang terjadi di Aceh. (X-15)
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved