Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
VOLUME kendaraan pascaperayaan Idul Fitri 1440 Hijriah di ruas-ruas jalan utama di wilayah hukum Polres Cianjur, Jawa Barat, terpantau meningkat, utamanya dari dan ke arah Puncak. Polres Cianjur pun masih memberlakukan sistem buka-tutup dengan cara mengalihkan kendaraan ke ruas-ruas jalan alternatif.
"Sejak memasuki H+1 Lebaran, sudah tampak peningkatan arus kendaraan di ruas-ruas jalan nasional, khususnya yang menuju ke Puncak dan menuju ke Ciranjang," kata Kabag Ops Polres Cianjur, Komisaris Warsito, Sabtu (8/6).
Baca juga: Arus Balik Surabaya-Jakarta Terpantau Ramai Lancar
Pada H+2 Lebaran, kata Warsito, kendaraan dari arah Cianjur menuju ke Puncak dan Bogor sempat tidak bergerak saking padatnya. Karena itu, sejak dari Bundaran Tugu Lampu Gentur di sekitar Pos 8 Cepu, Polres Cianjur mengalihkan arus kendaraan yang akan menuju ke Puncak dan Bogor ke jalur Sukabumi maupun Jonggol.
"Untuk mengurangi beban volume kendaraan yang menuju ke Puncak, kami mengambil langkah mem-pending. Kita arahkan kendaraan yang akan menuju ke Puncak ke Jonggol dan Sukabumi," jelasnya.
Warsito menyebutkan, Polres Cianjur terus berkoordinasi dengan Polres Bogor memantau perkembangan volume kendaraan di ruas jalur nasional di wilayah itu. Koordinasi penting dilakukan agar kendaraan yang dari arah Cianjur menuju ke Puncak dan Bogor bisa disekat seandainya terjadi penumpukan.
"Kalau (kendaraan) terus dipaksakan sedangkan nanti tidak bisa keluar, bisa dibayangkan akan terjadi kemacetan parah dan total, sehingga tak bisa diurai," kata Warsito.
Sementara di Ciranjang atau jalur menuju ke arah Bandung ataupun sebaliknya, jelas Warsito, sejauh ini terpantau masih normal. Padahal biasanya di kawasan tersebut terjadi penumpukan kendaraan dari arah Cianjur menuju Bandung maupun sebaliknya. "Sejauh ini normal. Tidak terjadi sendatan," ucapnya.
Polres Cianjur memiliki tim pengurai kemacetan. Tim ini akan sigap bergerak ke lokasi seandainya terjadi kemacetan parah.
"Jumlah personel pengamanan selama Operasi Ketupat Lodaya 2019 masih tetap sama. Hanya cara bertindak saja yang kita maksimalkan. Seandainya terjadi kemacetan di salah satu titik, tim personel akan bergerak cepat menguraikannya," sebutnya.
Sementara di wilayah perkotaan, sambung Warsito, arus kendaraan relatif lebih lancar. Kondisinya berbeda saat sebelum Lebaran. "Arus lalu lintas di wilayah perkotaan cenderung tak ada masalah. Justru sekarang kondisinya kembali normal dibanding sebelum Lebaran," ungkap Warsito.
Baca juga: Rest Area di tol Jakarta-Cikampek Diberlakukan Buka Tutup
Wilayah Cipanas dan sekitarnya masih menjadi tempat favorit wisatawan berlibur. Termasuk mengunjungi sejumlah objek wisata alam seperti Kebun Raya Cibodas-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (KRC-LIPI), Taman Bunga Nusantara, dan lainnya.
"Banyak wisatawan yang menginap di hotel-hotel di Cipanas. Pada jam-jam tertentu akan terjadi kemacetan, terutama di tempat-tempat maka, karena banyak kendaraan milik wisatawan yang terparkir," pungkasnya. (OL-6)
Volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H+7 Idulfitri 1447H/2026 atau Sabtu, 28 Maret 2026 mencapai 212.138 kendaraan.
Direktur Utama Pelni Tri Andayani atau akrab disapa Anda menyampaikan per 29 Maret 2026, penjualan tiket untuk periode arus balik yaitu 23 Maret hingga 6 April 2026 telah mencapai 268.746 tiket.
Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada 28 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB, tercatat 111.589 penumpang menyeberang dari Sumatra ke Jawa, turun 11%
Banyak penumpang sengaja memilih pulang pada hari Minggu ini karena bertepatan dengan berakhirnya masa libur lebaran.
Selain kepadatan lalulintas di sejumlah jalur arus balik lebaran di Jawa Tengah, pemudik balik sedang melintas juga diminta untuk mewaspadai kondisi cuaca buruk.
Jumlah penumpang tercatat mencapai 713.318 orang. Angka itu naik sebesar 5,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu 678.262 penumpang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved