Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PANSUS B DPRD Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, melakukan studi banding ke DPRD Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hal itu dilakukan guna mendapat pembelajaran dalam pengelolaan mini market dan pasar tradisional dari Kabupaten Kudus.
Kabupaten Kudus diketahui memiliki tata kelola pasar modern dan tradisional yang cukup menonjol. Sehingga Purwakarta menjadikan daerah tersebut sebagai acuan agar bisa diterapkan ke wilayahnya.
Ketua Pansus B DPRD Purwakarta Komarudin menyebutkan studi banding dilakukan untuk memperdalam apa yang sudah dan belum dimiliki DPRD Purwakarta dalam penerapan sistem perpasaran, baik itu untuk mini market maupun pasar tradisional.
"Kita perlu studi banding agar apa yang diterapkan di kudus nanti bisa dipadukan dengan wilayah kami dalam pembuatan peraturan daerah," kata Komarudin, Jumat (17/5).
Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Purwakarta Gelar Bazar Murah
Untuk peraturan daerah terkait pasar tradisional, perlu juga masukan beberapa OPD agar produk hukum yang dihasilkan adil dan diterima semua pihak.
"Dari hasil studi banding di Kabupaten Kudus, kami memiliki gambaran bagaimana pembentukan peraturan daerah agar keberadaan pasar tradisional dengan mini market nanti bisa besinergi sehingga bisa berjalan dengan baik tanpa ada yang saling dirugikan," tutur Komarudin.
Sebagaimana diketahui, Bupati Purwakarta juga telah mengajukan Raperda Perubahan atas Perda No.14/2012 tentang penyelenggaraan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern. Pasalnya, perda terdahulu dipandang tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman.
Dalam perkembangannya, pasar tradisional dan modern perlu memperhatikan kepentingan konsumen sebagai pengguna jasa layanan pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga perlu mengatur waktu operasional yang proporsional, tapi tetap memberikan perlindungan kepada pasar tradisional.
Di Purwakarta, perkembangan pasar modern berkisar 20 unit per tahun. Banyak pihak yang membuaka pasar lebih awal dari ketentuan waktu. Pun banyak juga yang menjual produk serupa di warung. Sementara tak ada sanksi yang mengatur hal tersebut secara jelas.(OL-5)
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (29/3), ketinggian sampah do Pasar Induk Kramat Jati bahkan telah melampaui lampu penerangan jalan, namun tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kopi luwak dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved