Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meminta bantuan tim dari Badan Geologi untuk mengkaji pergerakan tanah di Kampung Gunungbati, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung. Tanah bergerak di kampung itu mengakibatkan 69 unit rumah rusak berat, sedang serta mengancam 40 unit rumah warga lainnya.
"Instansi yang lebih berkompeten mengkaji kondisi tanah ialah Badan Geologi. Kami sudah meminta bantuan agar tim dari Badan Geologi mengkaji dan mencermati di lokasi bencana," kata Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, Senin (29/4).
Berdasarkan pengamatan kasat mata di lokasi, kata Marwan, kondisi tanah mengalami ambles dengan kedalaman bervariasi. Marwan menyebut terindikasi adanya mata air maupun aliran air di bawah lokasi yang kemungkinan menyebabkan tanah bergerak.
"Mungkin saja ada aliran air atau mata air di bawah tanah yang tidak terlihat. Tapi untuk memastikannya kita tunggu saja dulu hasil kajian dari tim Badan Geologi," tegasnya.
Pemkab Sukabumi membantu menyalurkan berbagai bantuan peralatan untuk membantu penanganan pergerakan tanah. Di antaranya cangkul, garpu tanah, roda sorong dan paralon untuk membantu menyalurkan air bagi kebutuhan warga.
"Kami kondisikan warga agar betul-betul mendapatkan tempat yang aman dulu sementara waktu," tuturnya.
Marwan pun meminta kerja sama masyarakat. Ketika nanti hasil kajian dan pencermatan dari Badan Geologi menetapkan lokasi tersebut sebagai zona
merah, maka masyarakat harus siap direlokasi. Langkah itu penting untuk menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat.
"Ini perlu sinergitas dengan masyarakat. Jangan memaksakan harus tinggal di zona merah bencana karena bisa mengancam keselamatan dan keamanan. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membangun rumah di lereng-lereng perbukitan. Daerah-daerah itu mestinya ditanami pepohonan keras berakar kuat untuk mencegah terjadinya erosi," pungkasnya.
baca juga: PLN Kirim Tim Ke Bengkulu Perbaiki Jaringan Listrik
Pergerakan tanah di Desa Kertaangsana terjadi di RW 09 meliputi RT 01, 02, dan 03 pada Selasa (23/4). Dari 109 unit bangunan rumah, sebanyak 12 unit rumah rusak berat, 57 unit rumah rusak sedang, dan 40 unit rumah dalam kondisi terancam.
Selain itu, pergerakan tanah juga merusak fasilitas umum di antaranya musala, MCK, serta PAUD Ibtidaul Mutaalimin. Jumlah keseluruhan warga yang terdampak pergerakan tanah mencapai 352 jiwa. (OL-3)
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meninjau dan mengevaluasi penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak longsor Bandung Barat.
Peristiwa longsor Bandung Barat tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di sekitar lokasi longsor Bandung Barat, kejadian itu diawali suara gemuruh keras.
HINGGA Sabtu, (24/1) siang, sebanyak 82 orang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa longsor di Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved