Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MARAKNYA berita bohong (hoaks), khususnya di media sosial, merupakan musuh bersama yang harus segera diatasi. Perpecahan hingga perasaan pesimis dari generasi muda akan menghantui bangsa jika hal ini dibiarkan dan tidak dilawan.
Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk 'The Future is Here' yang
diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), di Bandung, Kamis (4/4). Acara ini dihadiri juga Ketua Bekraf Triawan Munaf.
"Hari ini musuh kita hoaks, beribu-ribu hoak dalam setiap harinya. Politik, ekonomi, sampai hoaks yang enak, ada," kata Emil dalam diskusi yang dihadiri 100-an generasi milenial ini.
Emil menjelaskan, hoaks merupakan musuh besar saat ini yang sangat berbahaya. Masa depan bangsa akan sirna karena menyebabkan rusaknya kondisi sosial dan politik di masyarakat.
Sebagai contoh, negara lain di Asia sudah banyak yang menderita akibat rapuhnya kondisi sosial dan politik yang salah satunya diakibatkan rasa saling curiga di antara warganya.
"Afganistan, Suriah, boro-boro warganya bisa kreatif, perang terus. Pakistan, Banglades," kata Emil.
Oleh karena itu, dia meminta masyarakat khususnya generasi muda yang hadir agar tidak terpengaruh oleh peredaran hoaks seperti di media sosial.
"Kalau kita berantas hoaks musuh bersama saat ini, optimis dengan masa depan bangsa kita. Benar kita akan jadi bangsa besar pada 2045," katanya seraya menyebut pihaknya sudah membuat Jabar Saber Hoaks untuk menekan peredaran kabar bohong tersebut.
Untuk melawan peredaran hoaks, Emil pun mengajak generasi muda agar berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Salah satunya dengan memiliki kreativitas yang positif yang mampu menghasilkan nilai ekonomi.
Kaum milenial dan generasi Z ini, lanjut Emil, harus memiliki kegiatan-kegiatan positif dalam setiap harinya.
"Contohnya dengan ikut kegiatan serius ini. Seminar, kegiatan politik, bikin yang versi generasi muda. Agar mereka enggak gagap," katanya seraya meminta kaum muda pun harus meningkatkan keahlian digital di era industri 4.0 saat ini.
Dengan cara seperti ini, dia meyakini masyarakat khususnya generasi muda akan memiliki daya saing yang baik.
"Salah satu sumber daya yang tak akan habis adalah intelektualitas, dalam bentuk kreativitas. Kalau ekosistemnya lebih kreatif, ujungnya menghasilkan nilai ekonomi," katanya.
Sebagai langkah nyata, Emil menyebut pihaknya sudah memiliki peraturan daerah ekonomi kreatif yang diharapkan bisa memperlancar aktivitas di sektor tersebut.
"Tahun ini bikin Bekraf daerah. Lalu membangun pusat kebudayaan di seluruh daerah di Jawa Barat," katanya.
Tahun ini, lanjut Emil, pusat kebudayaan akan terbangun di lima kabupaten/kota yakni di Ciamis, Subang, Sumedang, Cirebon, dan Tasikmalaya. Selain itu, pihaknya akan membangun pusat kreativitas berbasis industri 4.0 di Bogor dan daerah lainnya.
Baca juga: Percandian Batujaya Ditetapkan Jadi Cagar Budaya Nasional
"Ekosistem ini diharapkan menghasilkan generasi milenial dan generasi Z. Yang awalnya hobi, jadi memiliki nilai ekonomi. Produknya bisa sepatu, robot, atau karya digital lainnya," kata dia seraya menyebut pihaknya pun tengah menyiapkan 500 milenial untuk menjadi CEO di perusahaan desa.
Ketua Bekraf Triawan Munaf mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk memiliki pikiran yang terbuka. Salah satunya bisa dilakukan dengan meningkatkan toleransi dan rasa ingin maju bersama-sama.
"Kita setiap hari harus berinteraksi, agar bisa belajar satu sama lain. Di mana pun, jiwanya terbuka. Ingin memajukan semua, bukan ingin 'saya' duluan," katanya.
Pada sisi lain, Triawan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Emil dalam merangsang kreativitas masyarakat. Cara ini diyakini mampu membentuk ekosistem kreatif yang mampu menghasilkan kreator-kreator ulung Tanah Air.
"Kami juga ingin sektor kreativitas ini merata di seluruh provinsi. Sekarang ada palapa ring, nanti ada satelit baru. Lompatan-lompatan ini yang akan meningkatkan ekonomi kreatif kita," katanya.
Pada Sabtu (6/4) besok, Festival UMKM bertajuk 'Bandung Lautan Kreatif (Balarea)' akan digelar di Cihampelas Walk. Acara ini diharapkan mendorong terciptanya peluang usaha di era 4.0 khususnya bagi pelaku skala mikro dan kecil. Nantinya, acara ini akan menyuguhkan beragam kegiatan seperti pameran produk UMKM, pelatihan kewirausahaan, gim, hingga booth pengiriman paket JNE gratis untuk pelaku UMKM di Kota Bandung dan Cimahi. (OL-1)
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Wisatawan Indonesia terus menunjukkan antusiasme untuk bepergian, akan tetapi setiap generasi memiliki cara berwisata dan mencari pengalaman baru yang berbeda.
Remaja masa kini sulit lepas dari ponsel, bahkan di pesta ulang tahun. Simak ide pesta nostalgia tanpa layar yang bisa membuat mereka kembali menikmati kebersamaan.
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Banyak anak muda memilih menggunakan uang untuk hal-hal yang dirasa dapat membuat mereka melupakan tekanan hidup, misalnya dengan belanja online.
Tren pembelian rumah tapak di kawasan Tangerang, khususnya Karawaci, semakin diminati, terutama oleh generasi milenial dan pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved