Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLDA Sulawesi Tengah (Kapolda) mengakui adanya terduga teroris yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus Tindak Pidana Terorisme, yang berhasil di lumpuhkan oleh Satuan Tugas Operasi Tinombala-I Tahun 2019 di Poso, Sulawesi Tengah.
Selain tewas tertembak, satu orang DPO lainnya berhasil di tangkap, dan barang bukti berupa senjata api jenis M 16 berhasil diamankan.
Kapolda Sulteng, Brigjen Lukman Wahyu Hariyanto, menyatakan pihaknya telah menerima infomasi, terkait peristiwa kontak tembak antara Satuan Tugas Operasi Tinombala, dengan kelompok bersenjata yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang, di hutan pegunungan Poso.
Menurut Kapolda Sulteng, yang juga merupakan Penanggung Jawab Kebijakan Operasional (PJKO) Tinombala, jenazah korban yang tertembak saat ini sedang dalam proses evakuasi dari TKP.
Jenazah belum bisa dipastikan siapa orangnya karena proses identifikasi masih akan dilakukan. Namun Kapolda memastikan jenazah merupakan DPO yang selama ini mejadi perburuan aparat keamanan yang masuk dalam Satgas Tinombala.
"Iya yang saya dengar ada. Kita sudah dapat dua, satu hidup satu meninggal, satu senjata. Itu yang saya terima. Jenazahnya ini lagi kita evakuasi," ujar Kapolda usai memimpin upacara penutupan acara pelantikan dan penyumpahan pendidikan pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2018/2019 di SPN Polda Sulteng, Senin (4/3).
Baca juga: Kontak Tembak Di Poso Tewaskan Satu DPO Teroris
Menurut Kapolda Sulteng, kedua orang yang berhasil ditemukan oleh Satgas Tinombala, di wilayah hutan pegunungan Padopi, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, merupakan DPO yang selama ini dicari.
"Pasti. Nah, itu masih diidentifikasi. Masih di tengah hutan ini," tandasnya Mantan Kapolda Sulawesi Barat itu.
Untuk mengetahui secara pasti siapa yang menjadi korban tembak tersebut, jenazah korban nantinya akan di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Palu, untuk menjalani proses identifikasi
lanjutan. Sementara DPO yang tertangkap masih menjalani proses interogasi di Mapolres Poso. (OL-3)
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyelenggarakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak dan guru terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Kabupaten Poso sebagai kawasan Warisan Geologi (Geoheritage) melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 265.K/GL.01/MEM.G/2025.
Wakil residen RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanganan korban gempa bumi yang melanda Kabupaten Poso.
Kegiatan ini melibatkan personel Pos Kamtibmas Tamanjeka, Tim Alfa 1, dan Tim Alfa 2. Mereka mengangkat reruntuhan, meja, dan kursi yang rusak akibat gempa.
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kebutuhan dasar bagi para korban gempa bumi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, telah terpenuhi
SATGAS III Preventif Operasi Madago Raya Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menggelar razia kendaraan di empat pos keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Minggu (10/8).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved