Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir air laut pasang (rob) menjadi ancaman serius di wilayah pantura, meskipun berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi ini namun belum menunjukan hasil maksimal. Beberapa daerah yang kerap menjadi langganan tetap rob adalah Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Jepara.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (11/2), banjir rob masih terlihat di beberapa daerah pantura wilayah Jawa Tengah dengan ketinggian bervariasi 10-150 sentimeter. Bahkan rob menjadi langganan warga yang berada di pesisir hingga radius 7 kilometer dari bibir pantai.
Di Kota Semarang, banjir rob menjadi langganan cukup serius di bagian utara seperti Kaligawe dan Genuk. Bahkan meskipun tidak ada hujan, genangan air tetap merendam rumah dan jalan perkampungan serta beberapa sungai meluap karena air mengalir berbalik arah.
Demikian juga di Demak, banjir rob tidak hanya merendam jalur pantura Semarang-Demak di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, banjir pun membuat warga harus berjibaku dengan genangan air, sampah dan lumpur yang terbawa banjir setiap hari.
"Banjir rob datang hampir setiap hari, saya sudah tiga kali meninggikan rumah dalam dua tahun ini," kata warga Tugu, Kecamatan Sayung Demak, Bambang, 40.
Baca juga: Jalur Pantura Semarang-Demak kembali Terendam Banjir
Bahkan akibat banjir rob ini, ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, harus belajar dengan telanjang kaki karena lantai yang terendam dan berlumpur. Sebelum memulai belajar, siswa dan guru harus membersihkan kelas agar lebih bersih.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisi seperti ini setiap hari, bahkan sekolah yang tidak jauh dari bibir pantai ini rencananya akan digabung dengan SD Negeri 02 Bedono karena sudah tidak layak lagi untuk belajar akibat banjir rob," ujar Kepala SDN Bedono 1 Demak, Muayatun.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah di pantura terus melakukan berbagai upaya mengatasi banjir rob.
Untuk banjir di Pekalongan, lanjut Ganjar, saat ini sedang dibangun tanggul pengaman pantai sepanjang 8,5 kilometer dan tinggi 3 meter. Tanggul ini nantinya diharapkan akan mampu menahan air laut masuk ke darat.
"Saya sudah minta pembangunan itu dipercepat," imbuhnya.
Mengatasi banjir di Semarang, Ganjar menyebutkan berbagai tahap pembangunan yang sedang berjalan seperti pembuatan polder, normalisasi beberapa sungai dan pemasangan pompa air dalam kapasitas besar di beberapa titik juga sudah dilakukan dengan salah satunya rumah pompa Sungai Sringin.
"Saat ini sedang berlangsung normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur, Sringin, Tenggang dan nanti menyusul Sungai Babon, setelah semua selesai termasuk polder maka tidak akan ada banjir rob lagi," tutur Ganjar.
Selain beberapa pekerjaan itu, untuk mengatasi banjir di pantura Semarang-Demak juga sedang dilakukan persiapan pembangunan tanggul raksasa yang sekaligus jalan tol Semarang-Demak sepanjang 24,74 kilometer dan akan dimulai tahun ini.
"Setelah tol dan sekaligus tanggul ini selesai maka banjir rob Semarang Timur hingga Sayung, Demak, tidak akan ada lagi," pungkas Ganjar.(OL-5)
GERAKAN Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur dan Gekrafs Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antarprovinsi yang digelar pada 29 Januari 2026.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved