Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla meninjau hunian sementara (Huntara) para pengungsi korban bencana alam Sulawesi Tengah(Sulteng) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kelurahan Duyu, Kota Palu, Kamis (31/1).
Di lokasi tersebut Wapres yang didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola ini tampak berkeliling melihat kondisi Huntara, antara lain dapur, tempat mencuci dan WC.
Dia juga menyapa para penghuni yang tampak antusias menyambut kedatangannya bersama sejumlah menteri dan kepala badan tingkat pusat.
Wapres yang menggunakan pesawat khusus bersama sejumlah menteri terkait, mendarat di Bandara Mutiara Sis Aldjufri Palu sekitar pukul 13.30 Wita dan langsung meluncur ke Kelurahan Duyu untuk melihat calon lokasi pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk para korban.
Di lokasi calon pembangunan Huntap tersebut, Wapres tampak memeriksa dengan saksama peta lokasi yang diperlihatkan kepadanya.
Baca juga: Sebanyak 699 Unit Huntara di Sulteng Rampung Akhir Februari
Tujuan utama kunjungan Wapres yang keempat kalinya pascagempa, tsunami dan likuefaksi yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong pada 28 September 2018 itu adalah untuk memimpin Rapat Koordinasi finalisasi rencana rekonstruksi pascabencana.
Rakor ini diikuti antara lain Gubernur Sulteng, Menteri Perencanaan
Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri PUPR, Menteri Sosial, Menteri ATR/Kepala BPN, Kepala BNPB, Kepala BMKG, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM serta Wali Kota Palu dan Bupati Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.
Rakor yang berlangsung tertutup itu dijadwalkan berlangsung selama dua jam.
Usai memimpin rakor, Wapres akan kembali ke Jakarta setelah sebelumnya
memberikan keterangan khusus kepada wartawan. (OL-3)
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan 90 unit Huntara di Aceh Tamiang. Sinergi BUMN Danantara sediakan hunian layak pasca-bencana.
BANJIR besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak luas terhadap permukiman warga. Di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, salah satunya.
Pasca serah terima, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan menjalankan mekanisme pengelolaan, termasuk penetapan penerima manfaat, distribusi, serta proses relokasi atau penempatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved