Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PUNCAK musim hujan yang ditandai dengan tingginya intensitas curah hujan berpotensi besar merusak tanaman sayur mayur di Kabupaten Malang dan Kota Batu, Jawa Timur.
Hujan yang hampir saban hari mengguyur wilayah setempat juga membuat harga sayur anjlok lantaran petani serempak memanen dini guna menghindari kerugian.
Akibatnya, pasokan menjadi melimpah di pasar. Hal itu masih ditambah daya beli konsumen menurun.
"Harga sayur mayur hampir semua komoditas turun," tegas petani jagung dan bawang merah, Kuswandi, warga Beji, Kota Batu, kepada Media Indonesia, Selasa (22/1).
Kuswandi rutin menjual hasil panennya ke pasar sayur Karangploso, Kabupaten Malang. Sejak beberapa hari belakangan, barang dagangannya tidak cepat terjual. Hal sama juga dirasakan pedagang lainnya.
Kondisi itu terkadang memaksa para pedagang membuang sayur yang rusak karena tidak diserap oleh konsumen.
Baca juga : Banjir Rendam Seribu Hektare Sawah di Banyumas
"Lihat saja aktivitas di pasar sekarang, sepi pembeli. Kondisi seperti ini merata dirasakan semua pedagang. Daya beli konsumen sedang menurun," katanya.
Anjloknya harga sayur mayur itu dibenarkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Sayur Karangploso Sugeng Kusyairi Anwar.
"Saat petani menanam bronkol (bunga kol) sudah bagus, tapi waktu menjelang panen diguyur hujan. Sayur dibawa ke pasar jadi cepat membusuk. Sayur kalau kena hujan gak tahan lama," kata Sugeng.
Hal serupa juga terjadi di UPT Subterminal Agrobisnis (STA) Pasar Mantung, Malang, harga sejumlah komoditas mengalami penurunan.
Staf Informasi Harga STA Pasar Mantung, Didik, mengatakan selama puncak musim hujan, pasokan sayur mayur juga meningkat drastis.
"Pasokan sayur biasanya hanya 50 ton per hari, sekarang meningkat 75 ton sampai 80 ton per hari," ungkapnya.
Stok sayur yang melimpah itu membuat harga turun, diantaranya kubis dijual Rp8.000 per kg dari sebelumnya Rp10.000 per kg.
Harga wortel turun dari Rp9.000 per kg jadi Rp7.500 per kg. Sawi putih dijual Rp1.000 per kg dari sebelumnya Rp4.000 per kg.
"Sayur banyak yang rusak. Terutama hujan pada malam hari berpengaruh sangat besar, membuat sayur membusuk karena kadar airnya tinggi. Apalagi di tingkat petani, hujan meningkatkan risiko terserang hama dan penyakit," tutur Didik. (OL-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved