Selasa 22 Januari 2019, 14:25 WIB

Banjir Rendam Seribu Hektare Sawah di Banyumas

Antara | Nusantara
Banjir Rendam Seribu Hektare Sawah di Banyumas

ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

 

SEKITAR seribu hektare sawah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terendam banjir sejak pertengahan Januri ini, demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Widarso.

"Luasan tersebut berdasarkan pendataan sementara yang kami lakukan terhadap area persawahan di tiga kecamatan yang terendam banjir, yakni Tambak, Sumpiuh, dan Kemranjen," katanya di Purwokerto, Selasa (22/1).

Menurut dia, usia tanaman padi pada area persawahan yang terendam banjir itu berkisar dua pekan hingga satu bulan setelah tanam. Dari luasan yang terendam banjir tersebut, kata dia, terdapat sekitar 300 hektare tanaman padi yang mati karena terlalu lama terendam banjir.

"Tanaman padi yang usianya kurang dari satu bulan berpotensi mati jika terendam banjir terlalu lama. Sementara tanaman padi yang berusia lebih dari satu bulan diharapkan masih bisa bertahan hidup," katanya.

Baca juga: Sejumlah Wilayah Sidoarjo Tergenang Banjir

Kendati demikian, dia mengatakan luasan tanaman padi yang mati akibat terlalu lama terendam banjir masih akan bertambah jika genangan air tidak segera surut.

"Mudah-mudahan genangan air segera surut. Tapi kalau masih terjadi hujan lebat seperti beberapa hari terakhir, luasan tanaman padi yang terancam mati bisa bertambah," tegasnya.

Terkait dengan hal itu, Widarso mengatakan pihaknya telah melaporkan ke pemerintah pusat melalu Kementerian Pertanian terkait dengan potensi kerugian yang dialami petani akibat banjir tersebut meskipun luasan tanaman padi yang berpotensi mati masih terus berkembang.

Ia mengharapkan pemerintah dapat memberikan bantuan benih untuk petani yang dialokasikan dari cadangan benih nasional. "Petani yang tanaman padinya mati secara otomatis harus menanam ulang. Kami akan terus mendata luasan tanaman padi yang harus tanam ulang hingga kondisi air benar-benar surut," katanya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More