Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, menyebutkan otoritas setempat dapat mengambil kebijakan memulangkan penduduk dari pengungsian. Pasalnya, zona waspada tsunami telah diturunkan menjadi 500 meter dari sebelumnya mencapai 1 kilometer dari bibir pantai.
“Jika radius diturunkan, mungkin banyak masyarakat yang bisa dipulangkan. Ini banyak pengungsi yang bisa dikembalikan ke rumah masing-masing,” kata Rahmat di Labuan, Pandeglang, Selasa (1/1).
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Potensi Tsunami Kecil
Dia menambahkan, tentunya masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan siaga terhadap kemungkinan yang terjadi. Pasalnya, Badan Geologi juga belum menurunkan level status gunung Anak Krakatau.
“Kami tetap monitoring terus, tentunya kami mengukur bagaimana kekuatan magnitudo, baik longsoran atau erupsi setara 4 SR bisa jadi kami akan mengeluarkan warning,” paparnya.
Pada umumnya, gempa bumi tektonik berkekuatan 7 SR yang mampu memicu tsunami. Oleh karena itu, gempa yang ditimbulkan gunung Anak Krakatau tidak dirasakan masyarakat. “Kalau gempa di selat sunda mencapai 7 SR, pastinya gempa itu akan dirasakan sampai Jakarta atau Padang,” sebutnya.
Rahmat juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak termakan isu hoaks sehingga menimbulkan kepanikan. Lanjutnya, pihak yang tidak bertanggungjawab selalu memanfaatkan kepanikan masyarakat untuk menyebarakan hoaks serta melakukan penjarahan.
“Biasanya saya hafal betul, karena sudah puluhan tahun di dunia kebencaan, setiap kasus ada gempa besar dan menimbulkan korban jiwa pasti juga diikuti kepanikan serta dilanjutkan beredarnya info hoaks,” pungkasnya. (OL-6)
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi tektonik yang terjadi pada Senin dini hari pukul 01.57.46 WITA di wilayah utara Sabah, Malaysia, dipastikan tidak berpotensi tsunami bagi Kalimantan Utara.
Tsunami dan megatsunami sering kali disalahpahami karena keduanya sama-sama melibatkan gelombang laut besar. Padahal, memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved