Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG PDIP mengumukan calon yang akan diusung di Pilgub Jateng, situasi politik di Jawa Tengah semakin ramai. Selain munculnya nama-nama calon kandidat, wacana pembentukan poros baru hasil koalisi beberapa partai juga menyeruak ke permukaan.
Koalisi Partai Gerindra, PKS dan PAN yang telah menentukan Sudirman Said sebagai calon gubernur pada Pilgub Jateng mendatang, kini kabarnya tengah menimbang calon wakil yang bakal mendampingi.
Sejumlah nama muncul seperti PAN yang mengusulkan mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih untuk mendampingi Sudirman. Lalu ada nama Ketua PKB Jateng KH Yusuf Chudlory, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantoro dan politisi Golkar Arianti Dewi.
"Kita telah ajukan usulan ke DPP PAN nama yang akan dampingi Sudirman Said adalah Rustiningsih," ujar Ketua DPW PAN Jateng Wahyu Kristianto.
Di tempat lain, muncul pula wacana poros tengah yang digalang tiga partai yakni PPP, Golkar dan Partai Demokrat, meskipun hingga kini belum ada pembicaraan calon yang bakal diusung.
Ketua DPW PPP Jateng Masrukhan Syamsurie mengatakan tiga partai ini bertekad untuk membentuk poros tengah untuk mengusung sendiri calon dalam Pilgub mendatang. Gabungan tiga partai ini memiliki 27 kursi.
"Kita belum berbicara calon yang bakal diusung, hanya dengan koalisi ini akan meningkatkan kualitas demokrasi di Jateng," tambahnya.
Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono mengatakan banyak calon yang dibidik poros tengah ini, namun hingga kini belum ditetapkan karena masih melihat calon yang akan dimunculkan oleh PDIP.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo secara terpisah mengatakan munculnya poros baru hasil koalisi beberapa partai untuk mengusung calon dalam Pilgub mendatang cukup menarik dan akan menambah kualitas demokrasi di Jateng.
"Tidak masalah, malah bagus dengan adanya tiga pasangan calon daripada hanya dua pasangan yang maju dalam Pilgub mendatang," kata Ganjar.
Ia sendiri hingga kini belum tahu siapa yang bakal direkomendasi PDIP, karena itu merupakan hak prerogatif Ketua Umum PDIP Megawati."Kita tidak pernah memperebutkan rekomendasi, siapapun yang ditunjuk siap mengamankan," tambahnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved