Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Muncul Poros Tengah di Pilgub Jateng

Haryanto
29/12/2017 19:32
Muncul Poros Tengah di Pilgub Jateng
(Ilustrasi)

PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golkar, dan Partai Demokrat bermanuver membentuk poros tengah untuk menghadapi Pilkada Jawa Tengah 2018. Saat ini PPP memiliki 8 kursi di DPRD Jateng, Partai Golkar memiliki 10 kursi, dan Partai Demokrat memiliki 9 kursi.

"Kesepakatan kami untuk membentuk poros tengah sudah bulat dan saat ini sedang digodog di tingkat masingh-masing DPP." kata Sekjen PPP Jawa Tengah Abdul Syukur seusai melakukan Focus Group Diskusi (FGD) di Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat (29/12).

Menurut Abdul Syukur, keseriusan Partai Golkar dan Partai Demokrat itu beralasan karena dengan kekuatan 27 kursi di DPRD Jateng sudah bisa memenuhi syarat untuk mempunyai calon gubernur.

Di kesempatan berbeda, Sekretaris DPD I Partai Golkar Jateng Fery Wawan Cahyono membenarkan setelah beberapa kali melakukan pertemuan dengan PPP dan Partai Demokrat, sudah ada kesepakatan untuk membantuk tengah.

"Soal siapa calon yang akan diusung tunggu saja hasil keputusan DPP," kata Fery.

Pertarungan pemilihan gubernur Jateng 2018 saat ini mulai menghangat. Pada kubu yang lain, koalisi Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah sepakat mengusung Sudirman Said sebagai bakal calon Gubernur Jateng.

Adapun kubu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai NasDem serta PKB sudah hampir pasti bakal mencalonkan petahana Ganjar Pranowo.

Menurut pengamat politik Undip Teguh Yuwono, dengan semakin banyak calon yang muncul di Pilgub Jateng, itu akan menguntungkan PDIP. "Pasalnya, untuk memenangkan sebagai gubenur tidak memerlukan suara 50% plus satu," ujarnya.

Teguh merasa pesimistis calon yang dimajukan poros tengah dapat mengimbangi calon PDIP, apalagi jika nantinya yang dicalonkan ialah Ganjar Pranowo.

"Pemilih tradisonal PDI P di Jateng yang tidak bisa ditawar sekitar 40%, jadi sebaiknya poros tengah tidak perlu diteruskan," tutupnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya