Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKAL majunya Djarot Syaiful Hidayat dalam bursa persaingan jabatan Gubernur Sumatra Utara periode 2018-2023 akan menjadikan ajang Pilkada di daerah tersebut menawarkan banyak pilihan kepada masyarakat
Hal itu diungkapkan pengamat politik Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) Arifin Siregar kepada Media Indonesia di Kampus UMSU di Medan, Jumat (29/12). "Pertarungan antar calon akan semakin seru. Warga Sumut dihadapkan banyak pilihan terhadap calon gubernur yang diusung," ujarnya.
Menurut Arifin, jika bekas Gubernur DKI Jakarta itu benar-benar jadi diusung oleh PDI Perjuangan, tugas berat menanti Djarot, PDIP, maupun para pendukungnya. Apalagi Djarot diketahui bukan putra daerah asli Sumatra Utara.
Arifin pun memprediksi partai pengusung Djarot akan bekerja habis-habisan untuk mendudukkannya sebagai orang nomor satu di Sumatra Utara menggantikan posisi petahana yakni Tengku Erry Nuradi.
"Djarot dan timnya harus memiliki modal sosial, modal ekonomi, tim yang kuat jika hendak memenangkan Pilkada di Sumut 2018 ini," ujar Arifin.
Djarot sendiri sampai saat ini masih berada di Sumatra Utara untuk mengenal karakteristik dan kondisi alam di Sumatera Utara. Dia, istri, dan seorang anaknya masih menikmati keindahan alam Danau Toba.
Sejumlah kabupaten dan kota yang dikunjungi Djarot dan tim PDIP antara lain Medan, Pematang Siantar, Toba Samosir, Samosir, Tapanuli Utara, dan Simalungun.
"Pak Djarot ingin mengenali sejumlah wilayah di Sumut, sebelum nanti maju menjadi kontestan Pilkada Sumut. Masyarakat yang memberikan sambutan ke Pak Djarot banyak sekali," ujar Sutarto, Sekretaris PDIP Sumatra Utara saat dihubungi, Jumat (29/12). (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved