Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, mendatangi rumah dinas Ridwan Kamil (Emil), di Pendopo Kota Bandung, Jumat (24/11).
Kedatangan Iswara untuk menyerahkan surat yang isinya meminta Emil segera memilih Daniel Muttaqien sebagai calon wakil gubernur. Iswara mengatakan, pihaknya meminta Emil segera menentukan kandidat yang akan menjadi calon wakilnya pada Pemilihan Kepala Daerah Jabar 2018.
"Ya benar, untuk meminta menentukan calon," kata Iswara saat dimintai konfirmasi, Jumat.
Iswara menyadari penentuan wakil gubernur ini merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Namun, pihaknya berharap Emil bisa segera menentukan mengingat mesin partainya sudah siap memenangkan.
"Kami punya 11 kepala daerah, 17 DPR, dan 17 DPRD provinsi. Tentunya ini potensi yang besar," katanya.
Lebih lanjut, Iswara memastikan Partai Golkar mengusung Daniel Muttaqien sebagai calon Wagub Jabar, pendamping Emil.
"Tetap dengan pilihan di awal, sesuai di-SK," katanya.
Emil menegaskan, pemilihan calon wakil gubernur yang akan mendampinginya merupakan domain DPP partai pendukung. Menurutnya, pembahasan tidak dilakukan pengurus partai di tingkat provinsi. Hal ini diungkapkan Emil menyikapi kedatangan Iswara tersebut.
"Beliau (Iswara) mengirim surat, belum saya baca. Kalau wakil, domainnya DPP," katanya.
Wali Kota Bandung itu mengaku sudah bertemu dengan petinggi seluruh partai. Dia sepakat seluruh calon wakil agar terus melakukan sosialisasi ke masyarakat.
"Silakan calon PPP (Partai Persatuan Pembangunan), Pak Uu, sosialisasikan seheboh-hebohnya, Golkar juga, PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) juga," katanya.
Menurut Emil, bulan depan seluruh calon wakil gubernur akan dinilai berdasarkan hasil survei.
"Bulan depan ada format dalam bentuk bertanya ke rakyat, survei. Manakah yang punya peluang dan kapasistas. Yang menilainya ada kelompok ulama, budaya, akademisi," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved