Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Pemasangan Beleketepe Tanda Dimulainya Prosesi Pernikahan Kahiyang

Widjajadi
07/11/2017 10:36
Pemasangan Beleketepe Tanda Dimulainya Prosesi Pernikahan Kahiyang
Presiden Joko Widodo memasang Bleketepe, awal dimulainya rangkaian prosesi adat Jawa pernikahan Kahiyang-Bobby. -- MI/Widjajadi(Presiden Joko Widodo memasang Bleketepe, awal dimulainya rangkaian prosesi adat Jawa pernikahan Kahiyang-Bobby. -- MI/Widjajadi)

RANGKAIAN pernikahan Kahiyang Ayu - Bobby Afif Nasution dengan tata cara adat tradisi Jawa mulai digelar Selasa pagi (7/11) ini. Pada sehari menjelang ijab atau akad nikah, baik calon mempelai wanita atau pria menjalani prosesi siraman di tempat terpisah, yang kemudian dilanjutkan acara malam midodaren di rumah orang tua calon mempelai putri di Jl Kutai Utara, kampung Sumber, Banjarsari, Solo.

Sebelum prosesi siraman dilaksanakan di rumah kediaman Sumber, Presiden Joko Widodo selaku orang tua calon mempelai putri melaksanakan tradisi adang kapisan dengan mengenakan busana lurik bludru.

Baru setelah itu, Jokowi berganti pakaian nyamping dengan corak cakar ayam, guna menjalani prosesi pasang bleketepe atau menghias pintu gerbang rumah kediaman dengan tarub atau dekorasi tumbuhan. Ketika memasang blaketepe berikut tuwuhan, Jokowi didampingi isteri dan dua anak, menantu serta cucu.

Prosesi memasang bleketepe berikut tuwuhan ini sebagai simbol doa orang tua untuk calon mempelai. Di dalam tuwuhan ada banyak ragam buah dan tanaman, seperti pohon pisang, buah pisang, tebu wulung, buah kelapa dan daun beringin yang memiliki arti agar Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja.

Budayawan Solo, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA ) Winanro mengatakan, prosesi bleketepe dan memasang tuwuhan dalam adat tradisi Jawa banyak mengandung filosofi kehidupan. Seperti misalnya keberadaan pisang raja, dimaksudkan agar nantinya kedua mempelai setelah menikah hidup mulia, lalu daun beringin mengandung arti agar hidupnya senantiasa dalam perlindungan, lalu padi bermakna agar kedua mempelai hidup penuh dengan rezeki lancar.

"Dalam tradisi Jawa, setelah memasang bleketepe dan tuwuhan, orang tua calon mempelai akan melaksanakan siraman untuk calon mempelai. Tetapi sebelum itu, calon mempelai melakukan sungkeman kepada orang tua, eyang dan sesepuh lain yang terlibat dalam prosesi siraman. Usai itu, dilakukan pemotongan rambut sebagai simbol membuang sukerto atau kotoran dan hati bersih," imbuh Winarno kepada Media Indonesia di lokasi dekat prosesi siraman berlangsung.

Pemandu acara Widarsi Suranto mengatakan, untuk air siraman, presiden Jokowi mencampur air siraman dari tujuh mata air dari tujuh tempat berbeda. Tujuh sumber air untuk siraman Kahiyang dan Bobby itu diambilkan dari Keraton Surakarta, Masjid Agung Solo, Masjid Mangkunegaran, Masjid Laweyan, Rumah Pribadi di Sumber-Solo, Istana Negara dan Istana Bogor.

Saat calon mempelai putri menjalani siraman di rumah orang tua, maka calon mempelai pria, Bobby Afif Nasution juga menjalani prosesi yang sama di Hotel Alila yang menjadi tempat keluarga besar dari Medan ini menginap.

Lalu pada malam harinya dilanjutkan acara peningset dan juga midodaren. Dalam acara paningset atau seserahan, calon mempelai pria memberikan satu kelengkapan barang kepada calon mempelai putri. Paningset ini sebagai simbil kesanggupan seorang lelaku untuk mencukupi kebutuhan calon isterinya.

Sedang tradisi midodaren ini, dalam makna tradisi Jawa diyakini sebagai turunnya para bidadari untuk memberi restu kepada mempelai. Bersamaan midodaren ini, akan ada prosesi kembar mayang, yang mana pihak calon mempelai wanita, yakni dari keluarga Presiden Jokowi akan mengirim utusan atau Duto saroyo Jati untuk mencari kembar mayang. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya