Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANA Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menghadiri kegiatan bimbingan manasik haji di Masjid Raya Al-Azhar, Kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Kamis (2/4). Ia menegaskan pentingnya manasik haji sebagai bekal utama bagi calon jemaah haji (CJH) sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Menurut dia, kegiatan manasik memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman menyeluruh kepada calon jemaah, mulai dari tata cara pelaksanaan ibadah haji, rukun dan wajib haji, hingga kesiapan mental, fisik, dan spiritual selama menjalankan ibadah.
"Manasik ini sangat penting agar para calon jemaah haji memiliki pemahaman yang utuh, baik terkait tata cara ibadah maupun kesiapan mental dan spiritual," ujar Asep.
Plt Bupati juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini Kabupaten Bekasi akan memberangkatkan sebanyak 3.346 jemaah haji. Jumlah itu menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai daerah dengan jumlah jemaah haji terbanyak kedua di Jawa Barat.
"Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi. Para jemaah yang berangkat tahun ini bahkan telah menunggu sekitar 12 hingga 13 tahun sejak mendaftar pada 2013-2014," jelasnya.
Asep turut mengajak para calon jemaah untuk mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini. Ia menekankan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan ibadah haji yang memerlukan stamina prima.
"Mulai sekarang jaga kesehatan. Yang memiliki riwayat penyakit seperti asam urat, kolesterol, atau darah tinggi segera berobat dan rutin memeriksakan diri. Manfaatkan fasilitas kesehatan dan BPJS yang ada," katanya berpesan kepada para CJH yang hadir.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta membawa persediaan obat-obatan pribadi sebagai langkah antisipasi selama berada di Tanah Suci.
Selain itu, Pemkab Bekasi berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman, dan tertib. Asep mengimbau para jemaah untuk tetap tenang di tengah berbagai informasi global serta selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah.
"Insya Allah pemerintah telah mempersiapkan penyelenggaraan haji dengan sebaik-baiknya, termasuk aspek keamanan dan keselamatan jemaah," katanya.
Tak lupa, ia berpesan agar seluruh jemaah menjaga nama baik Kabupaten Bekasi selama berada di Tanah Suci dengan menunjukkan sikap disiplin, tertib, serta saling tolong menolong sesama jemaah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Bekasi Mulyono Hilman Hakim menambahkan, pelaksanaan bimbingan manasik haji terintegrasi memiliki dasar hukum yang kuat serta tujuan yang jelas dalam meningkatkan kualitas jemaah haji.
Ia menjelaskan, kegiatan manasik haji ini tidak dilaksanakan secara sembarangan, melainkan mengacu pada regulasi yang berlaku, di antaranya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, serta Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 dan Nomor 2 Tahun 2025.
"Manasik haji ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan jemaah haji, sehingga mereka memiliki pemahaman yang baik dalam melaksanakan ibadah sesuai tuntunan agama, serta mampu meraih haji yang mabrur," ujarnya.
Mulyono menambahkan, melalui kegiatan ini, jemaah juga diharapkan mampu menjaga dan melestarikan nilai-nilai kemabruran haji setelah kembali ke Tanah Air.
Dalam pelaksanaannya, manasik haji dilakukan melalui dua tahapan, yakni pembinaan di tingkat kecamatan yang dilaksanakan sebanyak empat kali di 13 titik lokasi pada tanggal yang telah ditentukan, serta manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten yang dilaksanakan satu kali.
Lebih lanjut, Mulyono mengungkapkan bahwa jumlah jemaah haji Kabupaten Bekasi yang akan berangkat pada 2026 mencapai 3.355 orang. Sementara total daftar tunggu jemaah haji di Kabupaten Bekasi saat ini mencapai 65.959 orang dengan masa tunggu rata-rata sekitar 26 hingga 30 tahun.
Ia berharap ke depan kuota jemaah haji untuk Kabupaten Bekasi dapat ditingkatkan guna mengurangi panjangnya masa tunggu.
Adapun jadwal keberangkatan jemaah haji Kabupaten Bekasi direncanakan dimulai pada 23 April 2026 dan berlangsung secara bertahap hingga pertengahan Mei 2026 sesuai dengan kelompok terbang (kloter) yang telah ditetapkan. (AK/I-1)
Sebanyak 710 calon haji kloter 15 dan 31 asal Ciamis mengikuti kegiatan manasik haji sebagai bekal persiapan ibadah haji di Makkah.
Jamaah calon haji mengikuti praktik tawaf saat manasik haji di Asrama Haji Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kemenhaj terus mematangkan kesiapan jemaah haji Indonesia melalui program Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi di tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan.
Garuda Indonesia menghibahkan satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh. Hibah ini dirancang sebagai sarana praktik langsung bagi calon jemaah.
Kantor Kementerian Agama Mamuju menggelar manasik haji bagi 240 calon jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci pada Mei 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved