Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Investigasi Penyebab Ledakan SPBE Indogas Masih Berlangsung

Insi Nantika Jelita
02/4/2026 16:28
Investigasi Penyebab Ledakan SPBE Indogas Masih Berlangsung
Kebakaran akibat ledakan SPBE Indogas di Bekasi.(Dok. Antara)

INVESTIGASI penyebab insiden yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita di Bekasi masih terus berlangsung. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) bersama aparat berwenang saat ini tengah melakukan pendalaman guna memastikan faktor pemicu kejadian ledakan SPBE Indogas, setelah insiden yang terjadi pada Rabu (1/4) malam. Berdasarkan keterangan kepolisian, total ada 12 korban dalam kejadian tersebut.

"Terkait penyebab insiden, masih terus dilakukan investigasi lebih lanjut bersama aparat berwenang," ujar Area Manager Communications, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga Susanto August Satria dalam keterangan resmi, Kamis (2/4).

Perusahaan bersama pihak SPBE mengaku bergerak cepat berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran setempat guna menangani kejadian tersebut.

Upaya penanganan membuahkan hasil setelah api berhasil dipadamkan oleh tim Damkar Kota dan Kabupaten Bekasi pada Kamis (2/4) dini hari. Pertamina Patra Niaga Regional JBB pun menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan sinergi tim pemadam kebakaran, serta dukungan TNI dan Polri dalam mengamankan perimeter lokasi sehingga proses penanganan berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak lanjutan.

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita pada Rabu, 1 April 2026 sekitar pukul 21.00.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi," ucap Susanto.

Saat ini, fokus utama pihaknya diarahkan pada penanganan pascakejadian, termasuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar serta penanganan terhadap korban terdampak dan pekerja SPBE.

Pertamina Patra Niaga Regional JBB pun memastikan pasokan LPG kepada masyarakat tetap aman. Untuk menjaga distribusi, telah disiapkan skema Regular Alternative Emergency (RAE) dengan dukungan suplai dari SPBE terdekat, yakni SPBE PT Kenrope Sarana Pratama (±5,8 km), SPBE PT Pacific Sumber Segara (±7,1 km), dan SPBE PT Dharma Wira Sentosa (±7,9 km).

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga telah meminta pihak SPBE untuk memberikan penanganan terbaik bagi korban terdampak, termasuk memastikan keluhan masyarakat ditangani secara optimal. Data jumlah korban hingga saat ini masih dalam proses pendataan dan akan disampaikan lebih lanjut.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, mengingat telah disediakan titik suplai pengganti SPBE guna memastikan kebutuhan elpiji tetap terpenuhi.
(H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya