Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan meja makan yang penuh dengan ketupat, rendang daging, opor ayam, hingga sambal goreng hati. Namun, ada satu pemandangan unik yang konsisten terjadi di berbagai sudut kota dan desa di Indonesia: antrean panjang di gerobak atau kedai bakso.
Meskipun stok makanan di rumah masih melimpah, bakso seolah menjadi magnet yang tak tertahankan bagi masyarakat saat Lebaran. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ada perpaduan antara faktor biologis, psikologis, hingga sosiologis yang membuat semangkuk bakso panas dengan kuah pedas terasa jauh lebih menggoda daripada sisa rendang di dapur.
Setelah satu bulan berpuasa dan kemudian disambut dengan hidangan Lebaran yang didominasi oleh santan (lemak) dan rasa manis, lidah manusia mengalami apa yang disebut dengan palate fatigue. Hidangan seperti opor dan rendang memiliki profil rasa yang berat dan "tebal" di mulut.
Bakso menawarkan sesuatu yang berbeda: kuah kaldu yang bening, segar, dan tekstur daging yang kenyal. Rasa gurih yang ringan dari kaldu sapi memberikan variasi sensorik yang menyegarkan bagi indra perasa yang sudah "lelah" dengan asupan lemak jenuh selama berhari-hari.
Salah satu elemen wajib saat makan bakso adalah sambal dan cuka atau perasan jeruk nipis. Secara psikologis, rasa pedas dan asam bertindak sebagai "pembersih palet" (palate cleanser). Rasa pedas memicu pelepasan endorfin yang memberikan rasa bahagia, sementara rasa asam membantu memecah kesan enek atau mual akibat konsumsi makanan bersantan secara berlebihan.
Makan di rumah saat Lebaran sering kali bersifat formal dan penuh dengan aturan protokoler keluarga. Sebaliknya, "jajan bakso" di pinggir jalan atau kedai langganan adalah bentuk rekreasi sederhana. Ini adalah momen di mana teman lama atau kerabat jauh berkumpul dalam suasana yang lebih santai dan kasual.
Kuah bakso yang panas dan mengandung elektrolit dari garam serta kaldu membantu menetralisir rasa "berat" di kerongkongan. Tambahan cuka atau jeruk nipis juga membantu merangsang produksi air liur yang membantu pembersihan sisa lemak di mulut.
Secara medis, disarankan untuk memberi jeda. Perut yang baru saja diisi makanan berat bersantan memerlukan waktu untuk mencerna. Menambahkan makanan sangat pedas secara langsung dapat memicu iritasi lambung.
Dengan memahami alasan di balik fenomena ini, kita bisa lebih bijak dalam menikmati kuliner hari raya tanpa mengabaikan kesehatan pencernaan.
Namun, tahukah Anda mengapa hidangan tertentu selalu muncul setiap tahun? Di balik kelezatannya, tersimpan akulturasi budaya dan filosofi mendalam.
Beras dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa muda, kemudian direbus hingga matang. Ketupat biasanya disajikan sebagai pelengkap hidangan Lebaran, seperti opor ayam
Harga kulit ketupat saat ini naik hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
TRADISI tahunan menjelang Hari Raya Idulfitri ini kembali menghiasi pasar tradisional Pamanukan, Subang, Jawa Barat.
Setelah matang, beras akan mengembang dan mengisi ruang dalam anyaman, membentuk tekstur yang padat.
Jenis beras yang digunakan sangat menentukan tekstur ketupat. Jika menggunakan beras pera, tekstur ketupat akan lebih keras. Dengan beras pulen membuat tekstur ketupat lebih lunak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved