Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansyah, menyoroti maraknya peredaran obat keras jenis Tramadol yang dijual bebas di berbagai wilayah. Fenomena ini mengkhawatirkan karena diduga berkontribusi terhadap meningkatnya berbagai persoalan sosial di kalangan remaja, mulai dari tawuran, kriminalitas jalanan, hingga kenakalan remaja lainnya.
Endriansyah menegaskan bahwa Tramadol merupakan obat golongan keras yang wajib menggunakan resep dokter. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan obat tersebut sangat mudah diakses oleh anak muda melalui oknum pedagang nakal.
“Peredaran obat keras seperti Tramadol secara bebas sangat membahayakan generasi muda. Kami mendorong Pemprov DKI bersama aparat terkait segera melakukan penindakan tegas,” ujar Endriansyah, dalam keterangan yang diterima. Selasa (17/6).
Penyalahgunaan Tramadol di kalangan remaja kerap bertujuan untuk mendapatkan efek euforia atau rasa berani yang semu. Menurut FPPJ, kondisi mental yang terpengaruh obat inilah yang memicu perilaku agresif sehingga mereka tidak ragu melakukan tindakan kriminal atau menyerang kelompok lain.
Dalam beberapa hari terakhir, keresahan masyarakat terhadap peredaran obat keras tersebut bahkan memicu reaksi warga.
Sejumlah warga dilaporkan membubarkan para penjual dengan menembakkan kembang api sebagai bentuk protes dan kemarahan.
Peristiwa tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat sudah sangat resah dan merasa lingkungan mereka terancam oleh praktik penjualan obat keras secara ilegal.
(P-4)
Pakar FKUI Prof. Ari Fahrial Syam jelaskan bahaya tramadol jika disalahgunakan tanpa resep dokter. Simak gejala adiksi seperti tremor hingga gelisah di sini.
Regulasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan obat dan makanan di Indonesia.
PERKEMBANGAN teknologi dan globalisasi telah menciptakan tantangan signifikan bagi regulator di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
BPOM akan memperkuat pengawasan produksi obat di berbagai perusahaan farmasi untuk mencegah terjadinya kasus pencemaran obat.
Taruna menilai, komponen lain seperti biaya marketing dan promosi/iklan juga dapat memengaruhi harga obat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved