Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026

Mohamad Farhan Zhuhri
07/3/2026 11:14
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin .(MI/Mohamad Farhan Zhuhri-HO)

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terus mengakselerasi pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Proyek jalur sepanjang 6,4 kilometer tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara resmi pada Agustus 2026 mendatang.

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin, menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah memasuki tahap akhir pembangunan dan bersiap melakukan uji coba fungsi (commissioning test) dalam waktu dekat.

“Untuk LRT 1B ini kami target sesuai timeline, insyaallah Agustus sudah bisa beroperasi secara resmi,” ujar Iwan saat berbincang dengan media, Sabtu (7/3).

Uji Coba Setelah Lebaran
Iwan menjelaskan bahwa proses pengujian akan dilakukan secara bertahap. Selain aspek teknis di lapangan, Jakpro juga tengah merampungkan urusan administratif guna memastikan aspek legalitas operasional terpenuhi.

“Sekarang kami sedang bersiap. Habis Lebaran kami mulai commissioning test, kemudian paralel menyelesaikan kewajiban perizinan operasional untuk disubmit ke Kementerian Perhubungan,” imbuhnya.

Jalur LRT Jakarta Fase 1B ini akan melintasi lima stasiun baru, yakni:

  •     Stasiun Pemuda Rawamangun
  •     Stasiun Pramuka BPKP
  •     Stasiun Pasar Pramuka
  •     Stasiun Matraman
  •     Stasiun Manggarai

Seluruh stasiun tersebut dirancang dengan konsep integrasi antarmoda, yang menghubungkan penumpang dengan layanan Trans-Jakarta, KRL Commuter Line, hingga Kereta Bandara.

Penguatan Konektivitas di Stasiun Sentral
Direktur Proyek LRT Jakarta, Ramdani Akbar, menegaskan bahwa pemilihan Manggarai sebagai titik akhir fase ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat jaringan transportasi publik di Jakarta. “Tujuan utama proyek LRT Jakarta 1B ini memang menyambung jaringan hingga Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral,” tegas Ramdani.

Dengan konektivitas yang lebih luas, kapasitas penumpang LRT Jakarta diproyeksikan melonjak tajam. Berdasarkan kajian teknis, jumlah penumpang diperkirakan mampu mencapai angka 60 ribu hingga 80 ribu orang per hari.

Kendati demikian, Ramdani menyadari bahwa pertumbuhan okupansi akan terjadi secara organik. “Tidak mungkin pada hari pertama langsung melonjak. Pasti ada proses. Berdasarkan kajian kami, okupansi bisa mencapai 60 ribu sampai 80 ribu penumpang per hari dengan adanya layanan ini,” jelasnya.

Komitmen Keberlanjutan Jakarta
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur ini juga dipandang sebagai bagian dari visi besar transformasi kota. Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menilai peran Jakpro sangat vital dalam meningkatkan daya saing global Jakarta.

“Kontribusi Jakpro tidak hanya diukur dari satu proyek atau satu angka keuangan. Yang penting adalah bagaimana pembangunan tersebut memperkuat mobilitas, kualitas ruang kota, daya saing ekonomi, serta posisi Jakarta di tingkat global,” kata Prastowo.

Proyek ini juga selaras dengan komitmen Jakarta menuju net zero emission (NZE) pada 2050, di mana pengembangan transportasi berbasis rel menjadi pilar utama dalam mereduksi emisi karbon di ibu kota. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya