Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Profil Khairul Umam: Komika Damkar yang Diteror Usai Konten Edukasi Helm Viral

Putri Anisa Yuliani
26/2/2026 12:29
Profil Khairul Umam: Komika Damkar yang Diteror Usai Konten Edukasi Helm Viral
Khairul Umam(Dok Instagram)

KASUS teror yang menimpa Khairul Umam, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok sekaligus komika nasional, menjadi pengingat keras akan risiko keamanan digital bagi kreator konten di Indonesia. Berawal dari konten edukasi Alat Pelindung Diri (APD), Umam harus menghadapi ancaman serius yang menyasar privasi keluarganya.

Siapa Khairul Umam?

Khairul Umam adalah seorang profesional dengan dua dunia yang kontras. Di satu sisi, ia adalah petugas pemadam kebakaran yang telah mengabdi selama lebih dari 8 tahun. Di sisi lain, ia adalah seorang komika yang dikenal publik melalui ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 11. Melalui akun Instagram-nya, ia kerap membagikan konten edukatif namun jenaka mengenai profesi pemadam kebakaran.

Kronologi Konten Helm dan Munculnya Teror

Pada Februari 2026, Umam mengunggah video berjudul "Day 1 Kenali Fungsi APD". Dalam narasi videonya, Umam menekankan bahwa fungsi helm adalah untuk melindungi kepala, bukan untuk melukai. Unggahan ini viral di tengah perhatian publik terhadap kasus kekerasan di Tual, Maluku, yang melibatkan penggunaan helm sebagai alat penganiayaan.

Tak lama setelah viral, Umam mengaku menerima pesan ancaman melalui WhatsApp dari nomor tak dikenal. Pelaku menunjukkan bahwa mereka memiliki data pribadi Umam, termasuk dua alamat rumah dan nama orangtuanya. "Sengaja saya post begini. Setidaknya, kalau nanti saya kenapa-napa, kalian sudah tahu," tulis Umam dalam unggahan klarifikasinya pada 25 Februari 2026.

Catatan Penting: Teror digital dalam bentuk doxing (penyebaran data pribadi) merupakan tindakan melanggar UU ITE dan dapat diproses secara hukum.

Dukungan Publik dan Langkah Antisipasi

Netizen memberikan dukungan luas kepada Umam, menilai bahwa apa yang disampaikan adalah kebenaran edukatif. Kasus ini juga memicu diskusi mengenai perlindungan bagi petugas publik yang aktif di media sosial agar tetap bisa memberikan edukasi tanpa rasa takut akan intimidasi fisik maupun digital.

Hingga kini, Khairul Umam tetap aktif memberikan edukasi, namun dengan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi. Kasus ini menjadi preseden penting bagi keamanan siber para kreator konten di Tanah Air. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya