Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok sekaligus komika, Khairul Umam, kini tengah menjadi sorotan publik. Bukan karena aksi jenakanya di atas panggung, melainkan karena serangkaian teror yang ia terima usai mengunggah konten edukasi mengenai fungsi helm sebagai Alat Pelindung Diri (APD).
Kejadian ini bermula pada Minggu (22/2), saat Umam mengunggah video melalui akun Instagram pribadinya, @xkhairulumam. Dalam video bertajuk "Day 1 Kenali Fungsi APD", Umam menjelaskan bahwa helm dirancang untuk melindungi kepala, bukan untuk melukai.
"Saya mau kasih tahu, ini namanya helm, gunanya itu buat melindungi kepala, bukan buat menghancurkan kepala," ujar Umam dalam video tersebut. Ia juga menambahkan sindiran halus mengenai situasi saat itu, "Katanya bulan puasa setan pada dipenjara, kok masih ada?"
Meski tidak menyebut instansi atau nama tertentu, banyak warganet mengaitkan konten tersebut dengan kasus dugaan penganiayaan seorang siswa di Kota Tual, Maluku, oleh oknum aparat yang menggunakan helm taktikal hingga korban meninggal dunia.
Tiga hari berselang, tepatnya pada Rabu (25/2), Umam mengungkapkan bahwa dirinya mulai menerima pesan ancaman dari Orang Tak Dikenal (OTK). Ancaman tersebut tidak hanya memenuhi kolom komentar, tetapi juga masuk ke pesan pribadi WhatsApp miliknya.
Yang lebih mengkhawatirkan, pelaku teror diduga melakukan aksi doxing atau pembongkaran data pribadi. Pelaku mengirimkan dua alamat lengkap milik Umam, yakni rumah pribadinya dan rumah istrinya.
"2 alamat ini ya bang, jangan lupa pake helmnya biar tetap selalu melindungi kepala lu," tulis penggalan pesan ancaman yang diterima Umam.
"Jadi setelah konten saya yang 'Day 1 kenali fungsi APD' itu banyak banget teror, bahkan sudah sampai WA. Dan saya juga belum tahu siapa ini orangnya."
Hingga saat ini, kolom komentar di media sosial Khairul Umam dibanjiri dukungan dari rekan sesama komika dan masyarakat luas. Banyak yang mengecam aksi intimidasi tersebut dan meminta pihak berwenang untuk memberikan perlindungan kepada Umam sebagai petugas publik yang sedang menjalankan fungsi edukasi.
Kasus ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi oleh individu yang menyuarakan kritik atau edukasi di ruang digital, terutama ketika isu tersebut bersinggungan dengan sensitivitas oknum institusi tertentu. (E-4)
PERISTIWA yang menimpa komika Khairul Umam pada Februari 2026 menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang kerentanan data pribadi di ruang digital.
Berawal dari konten edukasi Alat Pelindung Diri (APD), Umam harus menghadapi ancaman serius yang menyasar privasi keluarganya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved