Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen

 Gana Buana
05/2/2026 15:33
Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen
BPS Provinsi DKI Jakarta mencatat perekonomian Jakarta sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,21%(MI/AGUNG WIBOWO)

BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat perekonomian Jakarta sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,21% secara tahunan (year on year/c-to-c) dibandingkan tahun 2024.

Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Kadarmanto, menyampaikan bahwa sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025, yakni 9,33%. Pertumbuhan ini diikuti oleh sektor transportasi dan pergudangan sebesar 8,69%, serta jasa lainnya yang tumbuh 8,46%.

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata di Jakarta. Jumlah wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara tercatat meningkat sepanjang tahun, sehingga mendorong pertumbuhan sektor akomodasi, makan minum, dan transportasi.

“Selama tahun 2025, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,21% (c-to-c) dibandingkan tahun 2024. Hampir semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif,” ujar Kadarmanto dalam keterangan pers, Kamis (5/2).

Meski demikian, sejumlah lapangan usaha masih mengalami kontraksi. Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang terkontraksi 3,60%. Sektor pertambangan dan penggalian turun 7,79%, sementara pengadaan listrik dan gas mengalami kontraksi terdalam sebesar 12,49%.

Pada triwulan IV-2025, ekonomi Jakarta juga menunjukkan kinerja positif. Secara tahunan (year on year/y-on-y), ekonomi Jakarta tumbuh 5,71% dibandingkan triwulan IV-2024. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum kembali mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,40%.

Pertumbuhan positif juga terjadi pada sektor jasa lainnya yang tumbuh 8,32% dan jasa perusahaan sebesar 8,11%. Sementara itu, sektor perdagangan yang menjadi tulang punggung ekonomi Jakarta tumbuh 6,55% pada periode yang sama.

“Di sisi lain, beberapa lapangan usaha masih mengalami kontraksi, yaitu pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang yang terkontraksi 3,10%, pengadaan listrik dan gas 3,29%, serta pertambangan dan penggalian yang terkontraksi 11,99%,” jelasnya.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi Jakarta pada triwulan IV-2025 tumbuh 3,41%. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak 10,16%. Sektor jasa keuangan dan asuransi tumbuh 9,84%, sedangkan konstruksi meningkat 5,47%.

“Namun demikian, beberapa lapangan usaha masih mengalami kontraksi, antara lain pengadaan listrik dan gas sebesar 0,09%, real estate sebesar 0,37%, serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib yang terkontraksi 0,85%,” pungkas Kadarmanto. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik