Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Luapan Kali Ciliwung Rendam Pejaten Timur Hingga 3 Meter, Warga Mulai Mengungsi

Basuki Eka Purnama
30/1/2026 11:10
Luapan Kali Ciliwung Rendam Pejaten Timur Hingga 3 Meter, Warga Mulai Mengungsi
Banjir merendam permukiman warga di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, pascahujan deras melanda Jakarta, Jumat (30/1/2026) pagi.(ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

CURAH hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya menyebabkan kenaikan signifikan pada debit air Kali Ciliwung. Akibatnya, sejumlah pemukiman warga di bantaran sungai terendam banjir cukup parah pada Jumat (30/10 pagi. 

Salah satu titik terdampak paling signifikan berada di Jalan Jembatan Gantung, Pejaten Timur, Jakarta Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa ketinggian air di wilayah RT 05/RW 08 Pejaten Timur sempat menyentuh angka yang mengkhawatirkan. 

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi bahwa tinggi muka air (TMA) di lokasi tersebut sempat mencapai puncaknya di angka 320 centimeter pada subuh hari.

"Lokasi Pejaten Timur, dekat kali Ciliwung, seberang pasar, Pasar Minggu, di bawah rel kereta," ujar Isnawa saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Memasuki pagi hari, kondisi genangan dilaporkan mulai mengalami penurunan secara perlahan. Meski demikian, sisa air yang merendam pemukiman masih tergolong tinggi dan membahayakan aktivitas warga. 

"Saat ini sudah berangsur surut, dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 260 cm," ungkap Isnawa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, wilayah Pejaten Timur yang berada di bawah perlintasan rel kereta api dan berdekatan dengan Stasiun Pasar Minggu tersebut tampak lumpuh. 

Di tengah kepungan air, sejumlah warga mulai bergerak menyelamatkan diri. Mereka terlihat mengungsi ke area ruko-ruko yang posisinya lebih tinggi dengan membawa barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

Selain evakuasi mandiri, beberapa warga lainnya terpantau mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa arus masuk ke area hunian. 

Dengan peralatan seadanya seperti ember berisi air banjir, mereka berupaya meminimalisir endapan lumpur meski genangan belum sepenuhnya hilang. 

Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar jembatan arah Condet menuju Stasiun Pasar Minggu tetap dipadati oleh kendaraan roda dua yang berusaha melintas di tengah situasi darurat tersebut.

Secara keseluruhan, banjir akibat luapan Kali Ciliwung ini tidak hanya berdampak pada Pejaten Timur. Data BPBD DKI Jakarta mencatat total ada delapan RT di wilayah Jakarta Selatan yang terendam banjir pada Jumat (30/1) pagi. 

Sebaran wilayah terdampak meliputi empat RT di Pejaten Timur, dua RT di Rawajati, dan dua RT di Tanjung Barat.

Ketinggian air di delapan titik tersebut bervariasi antara 150 hingga 350 sentimeter. BPBD terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan unsur terkait guna memastikan keamanan warga yang masih bertahan di lokasi maupun yang berada di posko pengungsian. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya