Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan revitalisasi Pasar Kombongan, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebelum revitalisasi selesai, Pasar Kombongan sempat mangrak dalam proses pembangunan akibat pandemi covid-19.
"Pasar Kombongan ini sudah mangkrak hampir 4-5 tahun. Dan hari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, problemnya adalah akses untuk ke tempat ini yang mungkin perlu dilakukan perbaikan," kata Pramono di lokasi, Selasa (6/1).
Pasar Kombongan usai revitalisasi didirikan di atas lahan sekitar 2.664 meter persegi dengan luas lantai bangunan seluas 1.888 meter persegi. Pasar ini terdiri atas dua lantai bangunan. Pada lantai dasar terdapat 71 kios dan 50 los dan lantai 1 terdapat 50 kios.
Pasar ini juga dilengkapi fasilitas yang meliputi musala, toilet umum, toilet disabilitas, jaringan air PAM, ruang genset, ruang laktasi, loading area, area parkir mobil dan motor, hidran, fasilitas CCTV, serta tempat pembuangan sampah sementara.
Namun, ternyata masih ada hal yang dikeluhkan oleh para pedagang. Dalam dialog bersama Pramono, Sarwono, pedagang Pasar Kombongan, mengeluhkan akses menuju pasar yang belum memadai. Lalu, akses menuju jalan yang ramai dilintasi pengendara terhalang rel kereta.
"Pasar ini dulunya ramai, Pak. Karena banyak lalu lalang kendaraan yang lewat ini, dari mobil maupun motor, itu ada jalan tembus Pak. Tapi sekarang karena kereta itu terlalu panjang, itu jadi ada penutupan jalan yang lebar itu, Pak," ucap Sarwono.
Ditutupnya akses yang melintasi rel kereta menuju Pasar Kombongan oleh PT KAI membuat pengunjung harus memutar jalan. Akibatnya, Pasar Kombongan sepi pengunjung dan omzet pedagang menurun.
"Saya berharap kepada Bapak Gubernur supaya bisa membuka akses, paling tidak untuk kendaraan motor. Supaya geliat untuk usaha, kita itu juga lalu lalang, kita juga bawa barang itu lebih mudah Pak. Karena sekarang itu terlalu jauh mutar, yang belanja itu mengeluhkan seperti itu," tutur Sarwono.
Merespons hal tersebut, Pramono mengaku akan memerintahkan jajarannya untuk mencari solusi atas keluhan akses jalan yang diutarakan pedagang. Sehingga, kegiatan jual beli di Pasar Kombongan bisa kembali ramai dan nilai transaksi meningkat.
"Nanti saya minta untuk Pasar Jaya, minimal transportasi motor yang bisa. Karena bagaimanapun ini kan ada kereta api yang kita tidak bisa ganggu gugat. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana cara membuka akses supaya saudara-saudara sekalian, para pembeli itu akan bisa lebih mudah datang dan menikmati pasar ini," jawab Pramono. (Far/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved