Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang berada di Komplek BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (16/12) sekitar pukul 14.20 WIB. Korban diketahui mengalami puluhan luka yang mengakibatkan nyawanya tidak tertolong.
Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat total 22 luka pada tubuh korban. Luka-luka tersebut terdiri dari 19 luka tusukan akibat benda tajam serta tiga luka lainnya yang diduga disebabkan oleh benda tumpul.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami 22 luka, terdiri dari 19 luka tusuk dan tiga luka akibat benda tumpul. Luka-luka tersebut terdapat di bagian kepala hingga tubuh korban,” ujar Sigit saat dikonfirmasi, Rabu (17/12).
Namun demikian, polisi belum dapat memastikan jenis senjata tajam yang digunakan pelaku. Hingga saat ini, tidak ditemukan barang bukti berupa senjata di sekitar lokasi kejadian.
“Kami belum mengetahui jenis senjata tajam yang digunakan, apakah pisau atau lainnya, karena tidak ditemukan barang bukti di tempat kejadian perkara,” jelasnya.
AKP Sigit menambahkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Hasil tersebut diharapkan dapat membantu penyidik dalam mengungkap kronologi dan motif di balik peristiwa tersebut.
“Hasil visum nantinya akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menyimpulkan penyebab kematian korban,” kata Sigit.
Sebelumnya, Kapolsek Cilegon Kota Kompol Firman Hamid menyampaikan bahwa korban berinisial E, seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun, meninggal dunia akibat luka tusuk senjata tajam. Korban diketahui merupakan anak dari Dewan Pakar PKS. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif pembunuhan tersebut. (E-3)
Kasus pembunuhan anak di Cilegon, Banten, dipicu motif ekonomi. Pelaku disebut terlilit utang setelah mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto.
Pelaku pembunuhan anak politisi PKS Maman Suherman, ditangkap polisi ketika sedang beraksi melakukan pencurian di sebuah rumah mewah di Cilegon.
Setelah hampir tiga pekan buron, pelaku pembunuhan anak anggota Dewan Pakar DPD PKS Cilegon, Maman Suherman, akhirnya ditangkap polisi.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi dalam penyelidikan kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang anak di Cilegon.
Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun, Muhammad Axle, ditemukan meninggal dunia akibat pembunuhan di kediamannya di Kota Cilegon, Banten.
Kasus pembunuhan anak di Cilegon, Banten, dipicu motif ekonomi. Pelaku disebut terlilit utang setelah mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto.
Pelaku pembunuhan anak politisi PKS Maman Suherman, ditangkap polisi ketika sedang beraksi melakukan pencurian di sebuah rumah mewah di Cilegon.
Setelah hampir tiga pekan buron, pelaku pembunuhan anak anggota Dewan Pakar DPD PKS Cilegon, Maman Suherman, akhirnya ditangkap polisi.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi dalam penyelidikan kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang anak di Cilegon.
Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun, Muhammad Axle, ditemukan meninggal dunia akibat pembunuhan di kediamannya di Kota Cilegon, Banten.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved