Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) untuk melakukan peremajaan pohon-pohon tua khususnya yang beresiko tumbang.
Pramono mengatakan, hal itu masif dilakukan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi angin kencang akan melanda Jakarta hingga tanggal 21 Desember 1015.
"Saya sudah meminta kepada Dinas Pertamanan untuk pohon-pohon tua semuanya kita rapikan. Maka sebenarnya hampir di semua daerah sudah dilakukan, tapi memang terkadang tidak mencukupi," ujarnya di Jakarta Utara dikutip, hari ini.
Dalam beberapa waktu terakhir, kerap terjadi pohon tumbang di sejumlah wilayah saat hujan lebat disertai angin kencang.
Meski demikian, Pramono menegaskan Pemprov DKI telah menggencarian penopingan dan perapian 65 ribu pohon, khususnya yang berumur tua dan hampir lapuk. Hanya saja, Pramono menyadari hal itu tak bisa sepenuhnya mencegah bencana hidrometeorologi.
"Sebenarnya hampir di semua daerah sudah dilakukan (perapian pohon), tapi memang terkadang tidak mencukupi. Dan kita tidak tahu angin puting beliung yang kemarin bisa di Ancol, kemudian juga di Sunda Kelapa, itu kan kita tidak tahu bahwa arahnya di sana," urai Pramono.
Sebelumnya, BMKG menyatakan angin kencang yang melanda Jakarta dan sekitarnya merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem pada puncak musim hujan. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga 21 Desember 2025.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, Desember menjadi periode paling aktif bagi pembentukan cuaca ekstrem di wilayah barat Indonesia, termasuk Jabodetabek. Kombinasi hujan lebat, awan konvektif, dan perbedaan tekanan udara menjadi pemicu utama angin kencang.
"Angin kencang di Jakarta saat ini merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem di puncak musim hujan. Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi ini masih berpotensi berlangsung hingga sekitar 21 Desember 2025," kata Guswanto kepada wartawan.
BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang masih akan terjadi di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan. Situasi ini berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas warga hingga risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mencatat, pada periode 14–16 Desember 2025, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang sudah terdeteksi di sejumlah wilayah Jabodetabek. Dampaknya mulai terasa di lapangan, mulai dari pohon tumbang hingga gangguan aktivitas masyarakat pesisir.
Menurut BMKG, Jawa Barat, termasuk kawasan Jabodetabek, saat ini mencatat frekuensi hujan ekstrem dan angin kencang yang lebih tinggi dibanding wilayah lain di Indonesia. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
"Terdapat risiko hidrometeorologi yang perlu diwaspadai. Angin kencang dapat menimbulkan pohon tumbang, kerusakan ringan pada bangunan, serta mengganggu aktivitas transportasi," ujarnya.
BMKG mengingatkan sejumlah wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama area dengan pepohonan besar, jaringan listrik terbuka, serta kawasan pesisir utara Jakarta seperti Marunda dan Cilincing.
BMKG memperkirakan intensitas angin akan mulai menurun setelah pertengahan Desember. Namun, potensi hujan deras dan angin lokal masih dapat terjadi hingga akhir bulan, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. (Far/P-1)
Seorang pengemudi mobil Lexus meninggal dunia setelah kendaraannya tertimpa pohon tumbang di Pondok Indah, Jakarta Selatan, saat hujan disertai angin kencang
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri mengatakan bahwa tidak korban jiwa atau pun korban luka akibat insiden tersebut.
Distamhut DKI Jakarta memetakan risiko pohon tumbang dan menyiagakan posko 24 jam. Laporan pohon rawan ditindaklanjuti maksimal 1×24 jam
PENGECEKAN kondisi pohon untuk mencegah kejadian pohon tumbang di Jakarta Barat (Jakbar) dilakukan menggunakan teknologi ultrasonografi (USG).
LEGISLATOR Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengatak, Pemprov DKI Jakarta harus melakukan penanganan pohon rawan tumbang secara masif.
DUA kejadian pohon tumbang, anggota DPRD DKI Jakarta minta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI didesak untuk lebih memerhatikan kondisi pohon-pohon di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved