Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN intens yang mengguyur Jakarta sejak Selasa (18/11) pagi hingga malam memicu kenaikan muka air di sejumlah pintu air, bahkan Pos Angke Hulu sempat naik ke Siaga 1 (Bahaya) pada pukul 19.00 WIB.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebut lonjakan debit tersebut langsung berdampak pada meluasnya genangan yang kini tercatat di 25 RT.
“Pintu Air Pasar Ikan dan Sunter Hulu sempat berada di Siaga 2, sementara Angke Hulu dan Pintu Air Karet masuk status Waspada sejak pukul 14.00. Kondisi kembali naik pada sore hingga malam, dengan Angke Hulu mencapai Siaga 1,” ujar Yohan, Selasa (18/11) malam.
Jakarta Barat menjadi wilayah dengan dampak paling luas, yakni 9 RT, delapan di antaranya berada di Kedaung Kali Angke dengan ketinggian 55–60 sentimeter.
Sebanyak 15 jiwa mengungsi sementara ke Masjid Al Khoir. Satu RT di Joglo juga tergenang setinggi 50 sentimeter akibat hujan lokal.
Di Jakarta Selatan, genangan terjadi di 5 RT, empat di Kuningan Barat dan satu di Bukit Duri dengan ketinggian 15–70 sentimeter.
"Curah hujan di selatan terpantau tinggi, sehingga air cepat melimpas di titik-titik rendah,” jelas Yohan.
Di Jakarta Timur, genangan melanda 11 RT, terutama di Cipinang Muara dan Cipinang Melayu yang terdampak luapan Kali Sunter.
Satu RT di Pondok Bambu tergenang hingga 50 sentimeter, membuat 20 jiwa mengungsi ke Masjid Al-Husna RT 10 RW 04.
Sementara itu, sejumlah wilayah yang sebelumnya tergenang kini telah surut, antara lain Sukabumi Selatan, Sukabumi Utara, Cilandak Barat, Kuningan Barat, Pela Mampang, Pancoran, Cilandak Timur, Lubang Buaya, Rambutan, Tengah, dan Bangka.
Empat ruas jalan yang sempat tergenang—di antaranya Jalan Srengseng Raya, Kamal Raya, Kemang Utara IX, dan DI Panjaitan—juga dinyatakan normal kembali.
Yohan mengatakan BPBD DKI bersama Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat terus mempercepat penyedotan genangan dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
"Seluruh lurah dan camat turut melakukan pemantauan langsung. Kebutuhan dasar penyintas juga disiapkan. Target kami, genangan surut secepat mungkin,” ujarnya.
Ia mengingatkan warga agar tetap waspada, terutama di sekitar aliran sungai yang debitnya masih fluktuatif.
"Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi 112. Layanan ini gratis dan aktif 24 jam,” tegas Yohan. (Far/P-3)
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Selain itu lanjut dia, segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 agar petugas yang bersiaga dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
Bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Selatan sejak Desember 2025 lalu menyebabkan terpuruknya perekonomian warga.
Genangan banjir masih terjadi di enam Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Utara hingga Selasa siang, sebagai dampak hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Senin (12/1).
Pintu Air Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara mengalami penaikan menjadi Siaga 2, pada Sabtu (8/3).
PEMPROV DKI Jakarta akan membuka sejumlah pintu air untuk menangani banjir yang tak kunjung surut di Ibu Kota. Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved