Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jenis Peledak di SMAN 72 Kelapa Gading Terungkap, Tujuh Bom Dirakit Pelaku Sendiri

Akmal Fauzi
11/11/2025 09:17
Jenis Peledak di SMAN 72 Kelapa Gading Terungkap, Tujuh Bom Dirakit Pelaku Sendiri
Petugas Puslabfor Polri melakukan penyelidikan tempat kejadian ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025)(MI/Usman Iskandar)

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan tujuh bahan peledak yang diduga dibawa oleh siswa terduga pelaku dalam insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) siang.

“Ditemukan tujuh peledak. Untuk jenisnya telah diketahui,” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana dikutip dari Antara, Selasa (11/11).

Dari tujuh peledak tersebut, kata dia, ada empat peledak yang aktif. Empat peledak tersebut ditemukan di dua lokasi sekitar sekolah tersebut.

Dari tujuh peledak tersebut, empat di antaranya aktif dan ditemukan di dua titik sekitar area sekolah. Namun, Mayndra belum mengungkap detail jenis maupun bahan yang digunakan dalam bom tersebut.

Densus 88 kini tengah mendalami kemungkinan keterkaitan pelaku dengan jaringan teror. Analisis dilakukan melalui berbagai aspek, termasuk motif dan aktivitas media sosial pelaku.

"Penyelidikan atas aktivitas media sosial terduga pelaku juga tengah dilakukan. Hal itu untuk menelusuri kemungkinan pelaku pernah bergabung dalam grup atau komunitas daring yang memiliki afiliasi dengan kelompok teror tertentu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Selain Densus 88, tim Gegana Brimob dan Puslabfor Mabes Polri juga dilibatkan. Gegana lebih dulu melakukan sterilisasi di lokasi mengingat adanya bahan peledak aktif, kemudian Puslabfor melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi jenis dan daya ledak bom.

Dalam menangani kasus ini, kepolisian juga menekankan aspek perlindungan anak. Sebab, baik korban maupun terduga pelaku sama-sama masih berstatus pelajar.

Untuk itu, Polri bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan tim trauma healing guna memberikan pendampingan psikologis bagi siswa yang terdampak ledakan. (Ant/P-4)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik