Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim forensik RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati, akhirnya berhasil mengidentifikasi dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (9/11). Hasil pemeriksaan memastikan keduanya adalah Reno Syahputro Dewo (24) dan Muhammad Farhan Hamid (23). Berikut deretan fakta lengkapnya:
Penemuan dua kerangka manusia terjadi pada Kamis (20/9) lalu. Pekerja menemukan tulang-belulang saat melakukan renovasi di gedung ACC Kwitang, Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Gedung tersebut sebelumnya terbakar saat aksi unjuk rasa berujung ricuh pada 29 Agustus 2025.
Tim forensik RS Polri Said Sukanto melakukan pemeriksaan terhadap kerangka tersebut. Pemeriksaan melibatkan Labfor dan tim DNA dari Pusdokkes Polri.
Karo Labdokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, menyebut bahwa kedua kerangka yang ditemukan teridentifikasi secara pasti sebagai Reno Syahputro Dewo (24) dan Muhammad Farhan Hamid (23).
Hasil pencocokan dilakukan menggunakan data medis ante mortem (dari keluarga korban) dan post mortem (sampel DNA dari tulang korban). Keduanya cocok, sehingga identitas Reno dan Farhan dapat dipastikan.
Dari hasil pemeriksaan forensik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan tumpul atau penganiayaan. Menurut Brigjen Hastry, kondisi kerangka memperlihatkan luka bakar berat tanpa indikasi trauma fisik lain.
“Kerangka pertama itu memang ada beberapa tulang, tengkorak, tulang panjang, dan tulang panggul. Memang di situ tidak ada kekerasan tumpul,” ujar Hastry di RS Polri, Jumat (7/11/2025).
Kerangka kedua ditemukan dalam kondisi tidak lengkap, hanya terdiri atas beberapa tulang dan sisa organ dalam. Karena itu, penyebab pasti kematian tidak bisa ditulis secara rinci dalam Visum et Repertum.
“Kami juga tidak bisa nanti menulis sebab kematian secara jelas, karena hanya sisa-sisa organ dalam yang terbakar,” tambah Hastry.
Kesimpulan sementara tim forensik menyatakan bahwa kedua korban meninggal akibat luka bakar berat dalam peristiwa kebakaran gedung ACC Kwitang.
Muhammad Chairul Anam, menilai proses tersebut menunjukkan bentuk kolaborasi yang baik antara institusi negara dan elemen masyarakat sipil dalam menangani kasus orang hilang.
Dua kerangka manusia hangus ditemukan di gedung bekas ACC Kwitang, lokasi yang terbakar saat kerusuhan demo Agustus 2025
Polres Metro Jakarta Pusat menyelidiki penemuan dua kerangka manusia hangus di Gedung ACC Kwitang, Senen.
Di tengah sorotan publik dan dugaan kejanggalan di balik kematian Reno Syahputro Dewo, keluarga justru memilih menutup kasus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved