Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras mengguyur Jakarta Selatan dan merobohkan Tanggul Baswedan di Jatipadang beberapa waktu lalu. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun tangan dan berjanji memperbaiki tanggul sepanjang 40 meter yang jebol diterjang air.
Robohnya tanggul membuat pemukiman warga banjir. Hingga Selasa (4/10), banjir masih berendam dengan ketinggian 20-30 cm.
"Dalam jangka pendek, tanggul yang roboh kita perbaiki. Kurang lebih berapa meter? 40 meter. Supaya apa yang selama ini sudah dimanfaatkan atau dirasakan oleh masyarakat akan kembali lagi," kata Pramono saat meninjau tanggul, Selasa (4/11).
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan dalam jangka panjang, DKI akan merumuskan langkah untuk penanganan di daerah tersebut. Nantinya, lokasi tersebut adalah daerah tangkapan air atau catchment area.
"Kurang lebih di sini ada area 7 hektare, dan area yang 7 hektare itu bisa menjadi catchment area sekaligus menjadi rumah susun dan juga tempat rekreasi. Sehingga dengan demikian, penanganannya betul-betul dilakukan bukan hanya secara parsial, tetapi secara menyeluruh," katanya.
Sementara, Ketua RW 06 Abdul Kohar menjelaskan ada lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir saat tanggul jebol beberapa waktu lalu.
"Kita mempunyai KK sekitar 600 KK, untuk di RT 03 saja, di RT 04 sebagian sekitar 200 KK dan di RT 14, 200 KK. Kalau kita akumulatifkan semua sekitar 1.200 sampai 1.500 KK. Jadi, alhamdulillah semuanya itu sudah dapat kita atasi bersama, baik dari kelurahan, sampai saat ini berarti tidak ada yang mengungsi," ujarnya (Far/I-1)
Ketua RW 06 Jatipadang, Abdul Kohar, memastikan tidak ada warga yang mengungsi akibat jebolnya Tanggul Baswedan di Jakarta Selatan.
Pramono Anung menjelaskan alasan Pemprov DKI belum melakukan pengaspalan sejumlah ruas jalan yang berlubang pascahujan deras.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan rencana normalisasi Kali Cakung Lama akan berdampak dengan pembebasan lahan warga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, pelaksanaan modifikasi cuaca tidak hanya difokuskan di wilayah Jakarta, tetapi juga menjangkau daerah penyangga Jabodetabek
Pemprov DKI sebelumnya telah mengirimkan surat langsung kepada PT Adhi Karya agar melakukan pembongkaran secara mandiri sejak November lalu.
Pengerjaan malam hari dilakukan agar tidak mengganggu lalu lintas dan tidak ada penutupan jalan selama pembongkaran tiang monorel dan penataan kawasan di jalur utama tersebut.
Adapun mulai hari ini, Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan pembongkaran tiang-tiang monorel Jakarta yang mangkrak milik PT Adhi Karya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved