Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya) mengungkapkan peran Kopda FH, oknum prajurit TNI yang terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang (kacab) bank berinisial MIP, 37, di Jakarta.
Danpomdam Jaya, Kolonel CPM Donny Agus, menyebut Kopda FH telah ditahan di Pomdam Jaya karena diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
"Terhadap yang bersangkutan (Kopda FH) sudah dilakukan penahanan di Pomdam Jaya (karena ada perannya)," kata Danpomdam Jaya Kolonel CPM Donny Agus dikutip dari Antara, Minggu (14/9).
Menurut Donny, Kopda FH berperan sebagai perantara untuk mencari orang yang melakukan penjemputan paksa terhadap korban. Saat kejadian berlangsung, FH juga diketahui tengah dicari satuannya lantaran tidak hadir tanpa izin dinas.
"Peran yang bersangkutan sebagai 'perantara' untuk mencari orang guna menjemput paksa," kata Donny.
Sementara itu, kepolisian telah menangkap 15 orang terkait kasus penculikan dan pembunuhan MIP. Dari jumlah itu, enam orang ditangkap oleh Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) dan sembilan lainnya oleh Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Ade Ary, menjelaskan bahwa ada empat pelaku utama dalam kasus ini, yakni C, DH, YJ, dan AA. Mereka ditangkap di lokasi serta waktu yang berbeda. DH, YJ, dan AA ditangkap di Solo pada Sabtu (23/8) malam, sementara C dibekuk sehari kemudian di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Korban MIP sendiri sebelumnya diduga diculik di sebuah pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Jasadnya ditemukan di area persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Bekasi, pada Kamis (21/8) sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat ditemukan, kondisi korban mengenaskan. Tangan dan kakinya terikat, sementara matanya dililit lakban. Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi sebagai bagian dari penyelidikan. (Ant/P-4)
Polisi mengungkap detail penyebab kematian Kepala Cabang Bank di Jakarta Pusat, Mohamad Ilham Pradipta. ersangka menyeret Ilham dengan cara menarik handuk kecil yang melilit di lehernya
Dalam waktu hanya 17 menit, dana Rp204 miliar raib dari sebuah rekening dormant di salah satu bank pelat merah. Sindikat pelaku memindahkan uang tersebut ke sejumlah rekening penampung
Dalam kasus pembunuhan Kacab Bank BRI Cabang Cempaka Putih berinisial MIP (37) yang juga terkait dengan rencana pembobolan rekening dormant, keduanya berperan sebagai otak perencana.
Bareskrim Polri mengungkap dua tersangka pembobol rekening dormant Rp204 miliar, C alias K (41) dan DH (39), juga menjadi otak kasus penculikan dan pembunuhan Kacab Bank di Jakarta
Para tersangka mengaku tidak punya niatan untuk membunuh. Mereka menculik dan menganiaya korban hingga mengakibatkan meninggal dunia.
Saat hendak dilakban dan diikat korban ini melakukan perlawanan sehingga tim yang melakukan penculikan atau penjemputan ini melakukan pemukulan sampai korban lemas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved