Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA rumah orangtua Dwi Hartono di Desa Mekar Kencana, Kabupaten Tebo, Jambi, tampak sepi dan tertutup rapat. Sejak penetapannya sebagai tersangka kasus pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Pemerintah di Jakarta, Mohamad Ilham Pradipta (MIP), rumah tiga lantai itu jarang terlihat aktivitas.
Pintu utama maupun pagar depan dan samping selalu tertutup. Warga sekitar mengaku kaget dengan kabar penetapan tersangka tersebut.
Mereka mengenal Dwi Hartono sebagai pengusaha bimbingan belajar, sehingga sulit membayangkan dirinya diduga menjadi aktor intelektual kasus penculikan dan pembunuhan yang mengguncang publik.
Menurut Kepala Dusun Rohmat Widodo, sosok DH adalah warga yang sejak lama bermukim di desa tersebut sehingga kabar penetapan tersangka membuat warga kaget dan tidak percaya.
Dwi Hartono ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama tiga tersangka lain, yakni C, YJ, dan AA. Selain itu, Subdit Resmob menangkap empat pelaku penculikan: AT, RS, RAH, dan Erasmus Wawo (RW). Penangkapan terbaru menambah jumlah tersangka hingga 15 orang, yang terbagi ke dalam empat klaster peran: aktor intelektual, pembuntut, penculik, serta pelaku penganiayaan yang menewaskan korban dan membuang jenazah.
Kasus ini bermula dari penculikan Ilham di parkiran salah satu pusat perbelanjaan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu, 20 Agustus 2025. Aksi itu terekam CCTV. Keesokan harinya, korban ditemukan warga di persawahan Desa Naga Sari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, dalam kondisi tragis: mata dilakban, tangan dan kaki terikat.
Hasil autopsi menunjukkan Ilham tewas akibat pukulan benda tumpul di dada dan leher, serta dugaan kekurangan oksigen karena adanya tekanan pada bagian dada dan tulang leher yang membuatnya sulit bernapas. Polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut. (Heru Kristiaji/Diva Rabiah/P-4)
Dalam kasus pembunuhan Kacab Bank BRI Cabang Cempaka Putih berinisial MIP (37) yang juga terkait dengan rencana pembobolan rekening dormant, keduanya berperan sebagai otak perencana.
Saat hendak dilakban dan diikat korban ini melakukan perlawanan sehingga tim yang melakukan penculikan atau penjemputan ini melakukan pemukulan sampai korban lemas.
Dua oknum anggota TNI Angkatan Darat terlibat dalam kasus penculikan kepala cabang pembantu (KCP) salah satu bank di Jakarta Pusat berinisial MIP (37) karena dijanjikan imbalan Rp100 juta.
Polisi mendalami informasi baru soal dugaan otak pembunuhan Kepala Cabang Bank Mohamad Ilham Pradipta. Sosok itu disebut-sebut oknum berinisial F.
Polisi mengungkap detail penyebab kematian Kepala Cabang Bank di Jakarta Pusat, Mohamad Ilham Pradipta. ersangka menyeret Ilham dengan cara menarik handuk kecil yang melilit di lehernya
Dalam waktu hanya 17 menit, dana Rp204 miliar raib dari sebuah rekening dormant di salah satu bank pelat merah. Sindikat pelaku memindahkan uang tersebut ke sejumlah rekening penampung
Dalam kasus pembunuhan Kacab Bank BRI Cabang Cempaka Putih berinisial MIP (37) yang juga terkait dengan rencana pembobolan rekening dormant, keduanya berperan sebagai otak perencana.
Bareskrim Polri mengungkap dua tersangka pembobol rekening dormant Rp204 miliar, C alias K (41) dan DH (39), juga menjadi otak kasus penculikan dan pembunuhan Kacab Bank di Jakarta
Para tersangka mengaku tidak punya niatan untuk membunuh. Mereka menculik dan menganiaya korban hingga mengakibatkan meninggal dunia.
Saat hendak dilakban dan diikat korban ini melakukan perlawanan sehingga tim yang melakukan penculikan atau penjemputan ini melakukan pemukulan sampai korban lemas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved